Media India Ungkap Indonesia Segera Beli Rudal Supersonik BrahMos
- Kolase tvOnenews.com
tvOnenew.com - Menurut laporan media India, India Today, melaporkan bahwa India dan Indonesia kini berada di tahap akhir pembahasan kontrak pembelian rudal jelajah supersonik BrahMos. Kesepakatan bernilai ratusan juta dolar itu disebut hanya menunggu persetujuan dari Rusia sebelum difinalisasi.
Laporan India Today yang mengutip sejumlah sumber pertahanan di New Delhi menyebutkan bahwa seluruh proses negosiasi antara kedua negara sejatinya telah selesai. Penandatanganan kontrak hanya akan dilakukan setelah Rusia memberikan izin resmi, mengingat teknologi BrahMos merupakan hasil pengembangan bersama antara India dan Moskow.
Jika kesepakatan ini disahkan, langkah tersebut akan menjadi tonggak penting dalam ekspor alat pertahanan India, sekaligus memperkuat hubungan strategisnya dengan Indonesia. Rencana pembelian BrahMos oleh Jakarta sejalan dengan agenda modernisasi sistem pertahanan nasional dan peningkatan kerja sama keamanan kawasan.
Kontrak senilai sekitar 450 juta dolar AS itu juga dipandang dapat mempererat hubungan kedua negara, terlebih setelah Indonesia resmi bergabung dengan blok BRICS pada Januari 2024.
BrahMos sendiri dikembangkan bersama oleh Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO) dan perusahaan Rusia Mashinostroyeniya. Rudal ini dikenal memiliki kecepatan hingga Mach 2,8 dan jangkauan sekitar 290 kilometer, serta mampu diluncurkan dari berbagai platform, mulai dari kapal perang, pangkalan darat, hingga pesawat tempur.
India sebelumnya juga berhasil mengekspor sistem yang sama ke Filipina melalui kesepakatan senilai 375 juta dolar AS pada 2023. Pengiriman tahap pertama telah dilakukan pada April 2024, menjadikan Filipina sebagai pelanggan asing pertama BrahMos.
Beberapa negara lain, termasuk Vietnam, Uni Emirat Arab, dan Malaysia, juga dikabarkan tengah menjajaki pembelian sistem rudal tersebut. Sementara itu, dari Indonesia memastikan bahwa belum ada kontrak resmi hingga saat ini.
Pada pekan lalu, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menegaskan bahwa pembelian rudal BrahMos masih sebatas pembahasan. Ia menjelaskan, topik tersebut sempat menjadi bagian dari agenda pertemuan antara Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Staf Pertahanan Angkatan Bersenjata India, Jenderal Anil Chauhan, pada 28 Oktober 2025.
Dalam pertemuan itu, Jenderal Chauhan dikabarkan memaparkan kemampuan operasional BrahMos, termasuk penggunaannya dalam misi serangan darat ke laut, laut ke darat, maupun udara ke darat. Ia juga menyinggung kemampuan India memodifikasi jet tempur Sukhoi agar mampu membawa rudal tersebut.
Donny menambahkan, India sempat menawarkan modifikasi serupa untuk pesawat Sukhoi milik Indonesia, tetapi hal itu belum dapat direalisasikan lantaran belum ada kontrak pembelian.
Sebelumnya, peluang kolaborasi teknologi pertahanan ini juga pernah dibahas dalam pertemuan Kepala Staf Angkatan Laut India Laksamana Dinesh K. Tripathi dan KSAL TNI Laksamana Muhammad Ali di Jakarta pada Desember 2024. Laksamana Ali menuturkan, pembahasan mengenai sistem persenjataan termasuk BrahMos masih dalam tahap peninjauan internal di Kementerian Pertahanan.
Ia menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Menhan RI, sesuai kewenangan pengadaan alutsista nasional.(chm)
Load more