News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

GMNI Ingatkan Prabowo: Mustahil Indonesia Emas 2045 Jika Guru Masih Lapar dan Buruh Tercekik

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melayangkan kritik keras terhadap kondisi perekonomian nasional yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil, meski pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tercatat mencapai 5,2 persen.
Kamis, 4 September 2025 - 01:09 WIB
GMNI Ingatkan Prabowo: Mustahil Indonesia Emas 2045 Jika Guru Masih Lapar dan Buruh Tercekik
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melayangkan kritik keras terhadap kondisi perekonomian nasional yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil, meski pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tercatat mencapai 5,2 persen.

Dalam aksi bertajuk “Runtuhkan Ketidakadilan Struktural, Wujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, GMNI menilai pertumbuhan ekonomi selama ini hanya menguntungkan segelintir elite.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Umum DPP GMNI Sujahri Somar menegaskan bahwa ketidakadilan struktural sudah tidak dapat ditoleransi.

“Ketidakadilan tidak lahir secara alamiah, melainkan dipelihara oleh sistem yang timpang, kebijakan yang tidak berpihak, serta birokrasi yang korup dan arogan,” ujar Sujahri, Rabu (3/9/2025).

Pertumbuhan Ekonomi Tak Dirasa Rakyat

GMNI merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan masih tingginya pekerja informal, yakni 59,40 persen dari total angkatan kerja. 

Di sisi lain, praktik outsourcing yang sudah dinyatakan inkonstitusional oleh Mahkamah Konstitusi dinilai masih menekan kesejahteraan buruh.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP GMNI Amir Mahfut mempertanyakan relevansi pertumbuhan ekonomi yang tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat.

“Apa gunanya pertumbuhan ekonomi jika rakyat masih lapar, petani tercekik utang, guru honorer bergaji ratusan ribu, dan buruh dipaksa hidup dengan upah yang tidak manusiawi?” kata Amir.

GMNI juga menyoroti jurang mencolok antara kemewahan elite dengan kesulitan masyarakat. 

Kritik itu diarahkan pada penambahan fasilitas mewah bagi DPR, di tengah melonjaknya harga pangan yang membelit rakyat.

“Bagaimana mungkin kita bicara Indonesia Emas 2045 jika guru masih lapar, sekolah masih roboh, dan rakyat kecil masih diperlakukan sebagai warga kelas dua?” tegasnya

Tuntut Pemerintah Bertindak

Dalam pernyataan sikapnya, GMNI mendesak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk segera meruntuhkan ketidakadilan struktural ekonomi dan mengembalikan prinsip pembangunan pada Ekonomi Pancasila.

Selain itu, GMNI menegaskan perlunya pembaruan struktur sosial, hukum, dan politik agar lebih berpihak pada rakyat.

“Negara harus berani mereformasi sistem menuju demokrasi konstitusional yang sejati,” tambahnya

Meski melayangkan kritik tajam, GMNI menegaskan penolakannya terhadap aksi anarkis dalam setiap gerakan mahasiswa.

Ada tiga poin yang disampaikan:

1. GMNI menegaskan aksi mahasiswa harus berjalan tertib sesuai aturan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

2. Gerakan mahasiswa tidak boleh ditunggangi kepentingan politik kelompok tertentu.

3. GMNI berkomitmen menjaga persatuan bangsa dan terus mengawal kebijakan pro-rakyat.

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT