- Ilustrasi/Freepik
Bukan di Kantor Tapi Kata Buya Yahya Shalat Dhuha Itu Sebaiknya di Rumah, Karena …
Jadi, Buya Yahya menegaskan jika di rumah tak bisa khusyuk maka lakukanlah di kantor.
“Jika kantor Anda membuat ibadah Anda khusyuk silahkan. Asal ibadah tak mengganggu kerja,” tandas Buya Yahya.
“Jika Anda kerja ya ibadahnya kerja Jangan shalat terus,” kata Buya Yahya seraya mengingatkan.
Jadi meski shalat dhuha diutamakan di rumah, namun boleh dilakukan di tempat di kantor.
“Minimal dua rakaat, paling sempurna delapan rakaat,” jelas Buya Yahya.
Bagaimana Jika di Rumah Tak Bisa dan di Kantor Harus Segera Kerja?
Buya Yahya memberikan tips kepada orang yang tidak bisa melakukan shalat dhuha di rumah atau di kantor.
“Jika di rumah tidak bisa dan di kantor harus langsung kerja, shalat di atas kendaraan," saran Buya Yahya.
Hal ini kata Buya Yahya dilakukan Nabi Muhammad SAW.
“Nabi tidak pernah meninggalkan shalat sunnah meski dalam perjalanan,” kata Buya Yahya.
Saat dalam perjalanan, arah kendaraanmu adalah kiblat.
Kecuali kendaraannya berhenti, arah kiblat harus ke arah Ka’bah.
“Nabi saat mengendarai untanya tetap shalat,” ujar Buya Yahya.
Buya Yahya menyarankan hal ini. Siapa yang mengamalkannya maka pasti shalat sunnahnya jadi banyak.
“Nabi pernah melakukan, jadi jangan ragu,” kata Buya Yahya.
Itulah pesan Buya Yahya terkait shalat dhuha dimana yang utama dilakukan di rumah karena shalat sunnah. Namun jika memang tidak memungkinkan shalat dhuha bisa dilakukan di kantor atau tempat lain bahkan bisa jua di atas kendaraan, sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW dengan shalat di atas unta.
Wallahu’alam bishawab
(put)