- Kadin Indonesia
Kadin Bahas Optimalisasi CEPA Pasca-Liberation Day: Indonesia Harus Jadi Bagian Rantai Pasok Global
"Indonesia adalah satu dari sedikit negara yang saat ini tengah menjalani proses negosiasi dengan AS. Ini peluang baik, apalagi kontribusi perdagangan AS terhadap perdagangan dunia hanya sekitar 10–12 persen. Masih ada 88 persen peluang dari negara-negara lain yang bisa kita optimalkan," jelasnya.
Pahala juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran dan pemahaman pelaku usaha dalam memanfaatkan perjanjian perdagangan yang telah disepakati.
"Kita perlu terus mendorong pelaku usaha agar melihat potensi yang ada, dan memosisikan Indonesia sebagai bagian penting dalam *supply chain* negara-negara mitra CEPA," tandas Pahala.
Lebih lanjut, Senior Advisor dari Boston Consulting Group (BCG), Andrew Cainey, menyoroti dinamika global yang penuh ketidakpastian, namun tetap membuka ruang untuk kolaborasi dan inovasi.
"Globalisasi akan terus berjalan, hanya dalam bentuk yang agak berbeda. Indonesia perlu berinvestasi dalam posisi yang lebih kuat dalam jaringan nilai global dan memanfaatkan peluang seperti *China Plus One*," ujar Andrew Cainey.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri, menekankan bahwa CEPA bukan hanya alat untuk meningkatkan ekspor, tetapi juga untuk mendorong investasi, jasa, pembangunan, dan daya saing ekonomi secara menyeluruh.
"CEPA harus digunakan secara intensif dan komprehensif agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian Indonesia," tutup Yose Rizal.
Sebagai informasi, acara diskusi ini juga dihadiri di antaranya oleh Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Pangan Kadin Indonesia Mulyadi Jayabaya, Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Asosiasi/Himpunan/Anggota Luar Biasa Kadin Indonesia Benny Soetrisno, WKU Bidang Kelautan dan Perikanan Kadin Indonesia Yugi Prayanto, WKU Bidang Pemasaran, Promosi, Inovasi dan Pengembangan Produk UMKM Kadin Indonesia Rifda Ammarina, serta Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor, Kementerian Perdagangan RI, Bayu Wicaksono Putro. (rpi)