- edi cahyono
Bantu Renovasi Rumah Saudara, Pria Lansia Ini Tewas Usai Terperosok Septic Tank Sedalam 18 Meter
Kondisi itu yang cukup menyulitkan proses evakuasi. Petugas harus lebih dulu menghancurkan puing-puing lantai dan tembok yang tersangkut di tengah septic tank.
Sebab, reruntuhan lantai dan tembok yang besar terlalu berisiko untuk diangkat karena bisa melongsorkan tanah pinggir septic tank.
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang bergantian mengangkut material bangunan dari septic tank.
Pengerjaan harus dilakukan satu orang di dalam septic tank secara bergantian karena keterbatasan ruang dan oksigen di dalam septic tank.
"Tidak boleh gegabah menghancurkan puing bangunan,” terang AKP Subijanto.
"Sebab di dasar sumur ada tubuh korban yang belum bisa dipastikan masih hidup atau sudah meninggal. Proses evakuasi bahkan memakan waktu hingga tujuh jam," sambungnya.
Lanjut, sekitar pukul.17.00 WIB, tubuh korban berhasil didiangkat dari dasar septic tank oleh tim TRC BPBD Kabupaten Malang.
"Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan kondisi korban juga masih utuh serta tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Atas kejadian yang menimpa Sujiono, keluarga menerima secara ikhlas. Kematian korban murni karena musibah.
"Keluarga korban menolak untuk dilakukan Visum Et Repertum (VER) dan autopsi. Keluarga sudah membuat surat pernyataan," pungkasnya. (eco/far)