- edi cahyono
Bantu Renovasi Rumah Saudara, Pria Lansia Ini Tewas Usai Terperosok Septic Tank Sedalam 18 Meter
Malang, tvOnenews.com - Warga Dusun Legok, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang digegerkan dengan adanya seorang lansia tewas di dalam septic tank sedalam 18 meter saat membantu renovasi rumah saudaranya yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban, Rabu (5/2/2025) pagi kemarin.
Identitas korban diketahui bernama Sujiono berusia 52 tahun.
Kapolsek Kepanjen, AKP Subijanto, mengatakan peristiwa nahas yang menimpa Sujiono berawal saat korban bersama dua tukang dan dua saudaranya, sekitar pukul 07.30 WIB, sudah mulai membongkar tembok kamar mandi berukuran panjang dua meter dengan lebar tiga meter.
Lanjut, lantai kamar mandi itu memang sudah lama retak dan rawan ambles. Sebab, di bawah lantai itu pernah digali sumur sedalam 12 meter. Tapi kini sudah beralih fungsi menjadi septic tank.
"Lantai di kamar mandi itu sudah lama retak. Tapi tadi pagi saudara saya masih mencuci baju di situ,” ujar AKP Subijanto saat menyampaikan keterangan saksi dari Samsul Arifin (28) keponakan korban yang ikut membantu membongkar kamar mandi.
Dijelaskan AKP Subijanto, berdasarkan keterangan dari saksi bahwa sejak awal korban sudah dilarang membantu pembongkaran kamar mandi oleh keluarganya. Sebab sudah ada dua saudara yang masih muda dan menyewa dua tukang.
"Namun korban bersikeras membersihkan runtuhan tembok kamar mandi dengan lantai yang sudah retak-retak," tuturnya.
Sekitar pukul 10.30 WIB, korban berdiri di atas WC, tiba-tiba lantai kamar mandi ambles atau jebol. Seketika korban terperosok ke dalam septic tank.
"Korban terjatuh ke dalam septic tank dengan kedalaman 18 meter dan tidak ada teriakan dari korban," beber AKP.
Saat diperiksa, korban terjebak di bawah septic tank dengan runtuhan lantai serta sisa tembok kamar mandi yang juga ikut jatuh. Dan saat saksi berusaha menolong korban namun tidak berhasil.
Akhirnya pihak keluarga menghubungi BPBD Kabupaten Malang untuk membantu proses evakuasi dan sekitar pukul 11.00 WIB, kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian setempat.
"Setelah mendapatkan laporan, kami bersama unsur terlibat seperti BPBD, Damkar, PMI, SAR Awangga, dan lainnya mendatangi tempat kejadia perkara (TKP) untuk melakukan evkuasi terhadap korban," jelasnya.
Kondisi itu yang cukup menyulitkan proses evakuasi. Petugas harus lebih dulu menghancurkan puing-puing lantai dan tembok yang tersangkut di tengah septic tank.
Sebab, reruntuhan lantai dan tembok yang besar terlalu berisiko untuk diangkat karena bisa melongsorkan tanah pinggir septic tank.
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang bergantian mengangkut material bangunan dari septic tank.
Pengerjaan harus dilakukan satu orang di dalam septic tank secara bergantian karena keterbatasan ruang dan oksigen di dalam septic tank.
"Tidak boleh gegabah menghancurkan puing bangunan,” terang AKP Subijanto.
"Sebab di dasar sumur ada tubuh korban yang belum bisa dipastikan masih hidup atau sudah meninggal. Proses evakuasi bahkan memakan waktu hingga tujuh jam," sambungnya.
Lanjut, sekitar pukul.17.00 WIB, tubuh korban berhasil didiangkat dari dasar septic tank oleh tim TRC BPBD Kabupaten Malang.
"Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan kondisi korban juga masih utuh serta tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Atas kejadian yang menimpa Sujiono, keluarga menerima secara ikhlas. Kematian korban murni karena musibah.
"Keluarga korban menolak untuk dilakukan Visum Et Repertum (VER) dan autopsi. Keluarga sudah membuat surat pernyataan," pungkasnya. (eco/far)