- tim tvonenews
Seremoni Sudah, Saatnya Bekerja Prabowo-Gibran!
Selain pemberantasan korupsi, Prabowo perlu segera “menekan gas” pertumbuhan ekonomi. Harapan pembukaan lapangan kerja baru hanya bisa dilakukan jika pertumbuhan bisa dikerek lebih dari 5 persen. Solanya, pemerintahan Jokowi “gagal” membuat kita naik kelas karena pertumbuhan ekonomi yang tak pernah bisa melampaui 5 persen.
Prabowo harus bisa segera mengorkestrasi seluruh kementerian di bawah Kementerian Bidang Perekonomian yang dikomandani oleh Airlangga Hartarto agar keluar dari jebakan menjadi negara dengan pendapatan menengah. Bonus demografi saat ini harus segera dimanfaatkan agar warga Indonesia bisa sejahtera dan kaya sebelum menua. Caranya tentu hanya bisa dicapai jika terjadi “lompatan” pada pertumbuhan ekonomi. Lima tahun ke depan Prabowo harus membawa Indonesia menjadi negara dengan pendapatan tinggi dan negara maju.
- ANTARA
Meski wajah wajah yang mengisi pos pos kementerian ekonomi mayoritas muka-muka lama, gebrakan baru harus dilakukan. Tak boleh ada cara cara biasa, apalagi normatif saja. Kebiasaan, mindset, pola rutin harus ditinggalkan diganti dengan ‘terobosan’ dan ‘inovasi’ ekonomi. Yang segera tampak memang “kegemukan” kabinet akan menyulitkan pengambilan kebijakan yang efektif. Karena itu kepemimpinan politik jadi penting. Jangan lagi terjadi kebijakan tumpang tindih atau bahkan saling menegasikan.
Postur pertumbuhan ekonomi pun harus dibuat lebih sehat. Basis pertumbuhan ekonomi yang selama ini mengandalkan sektor konsumsi, harus didorong pada penguatan industri pengolahan. Pertumbuhan ekonomi yang tergantung pada sektor konsumsi sangat rapuh: ketika ekonomi lesu, pendapatan warga terbatas, daya beli menurun, sektor konsumsi pun melemah.
Modal yang dimiliki di awal pemerintahan Prabowo-Gibran penting untuk jadi booster kepemimpinan yang kuat tadi. Paling tidak Prabowo-Gibran punya dua modal sosial saat ini, yaitu citra positif publik dan tingginya tingkat keyakinan publik. Pasangan ini unggul satu putaran, yakni 96.214.691 suara atau 58,59 persen pemilih. Belum lagi dari sebaran wilayah, Prabowo-Gibran juga unggul signifikan: lebih dari separuh pemilih di 35 provinsi memberikan dukungan pada Prabowo-Gibran.
Dengan modal politik yang tinggi ini, jika suatu saat ternyata ada menteri menteri yang tak menunjukan performa yang semestinya, saya kira instrumen yang dimiliki Prabowo, yakni reshuffle kabinet bisa digunakan. Karena janji janji sudah ditebarkan, Asta Cita harus segera diwujudkan, bangsa ini sudah menunggu terlalu lama, tidak bisa dibiarkan terus menunggu! (Ecep Suwardaniyasa Muslimin)