- Istimewa
Sosok Mendiang TAS, Mahasiswa Unud Berprestasi dan Lembut Hati yang Dikenang Banyak Orang
“Timothy selalu punya cara membuat orang merasa berharga. Ia sering memuji penampilan saya dengan tulus setiap kali saya berdandan. Hal kecil seperti itu kini jadi kenangan yang sangat berharga,” tuturnya lirih.
Sang ibu mengenang putranya sebagai pribadi yang penuh kasih, rajin beribadah, dan memiliki kepekaan tinggi terhadap perasaan orang lain. Ia berharap kisah anaknya dapat menjadi pengingat pentingnya empati dan kepedulian antarsesama.
Pesan Penting di Balik Duka
Kepergian Timothy membuka ruang refleksi bagi banyak pihak tentang pentingnya memperhatikan kesehatan mental dan lingkungan sosial yang suportif di dunia kampus. Para akademisi menegaskan bahwa setiap mahasiswa perlu mendapat ruang aman untuk berproses tanpa tekanan dan tanpa perundungan.
Universitas Udayana juga menegaskan komitmen mereka untuk menindak tegas segala bentuk cyberbullying dan tindakan nir-empati yang sempat mencuat pasca kejadian ini. Sanksi dijatuhkan sebagai bentuk pembinaan agar mahasiswa belajar tentang tanggung jawab moral dan empati sosial.
Menghidupkan Warisan Kebaikan
Meski telah berpulang, keteladanan Timothy dalam bersikap sopan, rajin belajar, dan menebar kebaikan menjadi warisan yang terus hidup di hati mereka yang mengenalnya.
Banyak rekan mahasiswa yang kini menjadikannya inspirasi untuk lebih menghargai sesama dan menjaga lingkungan kampus tetap ramah serta penuh empati.
Layanan Darurat dan Konsultasi Kesehatan Jiwa:
-
Kemenkes RI (Layanan Sehat Jiwa): (021) 500-454
-
Chat WhatsApp: 0811-385-5454
-
Into The Light Indonesia: komunitas yang menyediakan dukungan bagi individu yang menghadapi krisis mental dan emosional.
Ingat, Anda tidak sendirian. Mencari bantuan adalah langkah berani menuju pemulihan dan kehidupan yang lebih baik. (nsp)