- Istimewa
Sosok Mendiang TAS, Mahasiswa Unud Berprestasi dan Lembut Hati yang Dikenang Banyak Orang
Disclaimer: Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi dan refleksi, bukan untuk menginspirasi atau membenarkan tindakan bunuh diri dalam bentuk apa pun. Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami tekanan berat, depresi, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari pertolongan profesional.
Denpasar, tvOnenews.com — Kepergian Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Universitas Udayana (Unud), meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan civitas akademika kampus. Di balik kabar tragis yang ramai di media sosial, sosok Timothy justru dikenal luas sebagai pribadi yang lembut, santun, dan berprestasi.
Mahasiswa jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ini dikenal aktif, cerdas, dan penuh semangat belajar. Lahir di Bandung pada 25 Agustus 2003, Timothy merantau ke Bali untuk menempuh pendidikan tinggi dengan tekad besar: menimba ilmu dan berkontribusi bagi masyarakat.
Mahasiswa Berprestasi dan Teladan di Kelas
Wakil Dekan III FISIP Unud, I Made Anom Wiranata, mengenang Timothy sebagai mahasiswa yang ramah dan berperilaku sopan kepada semua orang — baik kepada dosen, staf, maupun sesama mahasiswa.
“Timothy anak yang santun, rapi, dan sangat peduli pada lingkungannya. Ia punya IP 3,91 dan sering ikut penelitian bersama seniornya. Ia bahkan terbiasa merapikan kursi dan ruangan sebelum kegiatan dimulai,” ujar Anom.
Ketelitiannya itu mencerminkan sosok mahasiswa yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai kemanusiaan yang kuat.
Dikenang Sahabat sebagai Pribadi yang Menebar Energi Positif
Sahabat dekatnya, Deon, yang turut hadir dalam doa bersama mengenang almarhum, menyampaikan kesan mendalam terhadap sosok Timothy.
“Ia selalu lembut, santun, dan punya aura positif. Bahkan di hari-hari terakhirnya, Timothy masih sempat tersenyum dan terlihat ceria,” ungkap Deon penuh haru.
Menurutnya, Timothy adalah sosok yang mudah membuat orang lain merasa diterima dan dihargai. Ia sering menjadi tempat curhat teman-temannya dan selalu menanggapi dengan tenang tanpa menghakimi.
Kenangan Ibu yang Tak Terlupakan
Dalam acara doa dan renungan di kampus, ibunda Timothy hadir dengan penuh ketegaran. Ia menceritakan bahwa anaknya memiliki sifat penyayang dan selalu menghormati orang tua.
“Timothy selalu punya cara membuat orang merasa berharga. Ia sering memuji penampilan saya dengan tulus setiap kali saya berdandan. Hal kecil seperti itu kini jadi kenangan yang sangat berharga,” tuturnya lirih.
Sang ibu mengenang putranya sebagai pribadi yang penuh kasih, rajin beribadah, dan memiliki kepekaan tinggi terhadap perasaan orang lain. Ia berharap kisah anaknya dapat menjadi pengingat pentingnya empati dan kepedulian antarsesama.
Pesan Penting di Balik Duka
Kepergian Timothy membuka ruang refleksi bagi banyak pihak tentang pentingnya memperhatikan kesehatan mental dan lingkungan sosial yang suportif di dunia kampus. Para akademisi menegaskan bahwa setiap mahasiswa perlu mendapat ruang aman untuk berproses tanpa tekanan dan tanpa perundungan.
Universitas Udayana juga menegaskan komitmen mereka untuk menindak tegas segala bentuk cyberbullying dan tindakan nir-empati yang sempat mencuat pasca kejadian ini. Sanksi dijatuhkan sebagai bentuk pembinaan agar mahasiswa belajar tentang tanggung jawab moral dan empati sosial.
Menghidupkan Warisan Kebaikan
Meski telah berpulang, keteladanan Timothy dalam bersikap sopan, rajin belajar, dan menebar kebaikan menjadi warisan yang terus hidup di hati mereka yang mengenalnya.
Banyak rekan mahasiswa yang kini menjadikannya inspirasi untuk lebih menghargai sesama dan menjaga lingkungan kampus tetap ramah serta penuh empati.
Layanan Darurat dan Konsultasi Kesehatan Jiwa:
-
Kemenkes RI (Layanan Sehat Jiwa): (021) 500-454
-
Chat WhatsApp: 0811-385-5454
-
Into The Light Indonesia: komunitas yang menyediakan dukungan bagi individu yang menghadapi krisis mental dan emosional.
Ingat, Anda tidak sendirian. Mencari bantuan adalah langkah berani menuju pemulihan dan kehidupan yang lebih baik. (nsp)