- Antara
Ogah Komentari Isu Ijazah Jokowi, Ganjar Pranowo Lebih Tertarik Membahas Hal Ini
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua DPP PDIP Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Ganjar Pranowo tidak tertarik mengomentari isu ijazah Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang dituding palsu.
Ganjar mengaku lebih tertarik mengomentari permasalahan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
"Saya lebih tertarik membahas korban PHK (pemutusan hubungan kerja) hari ini, siapa yang tidak bisa bekerja, bagaimana kondisi perubahan global saat ini yang harus kita respons. Itu jauh lebih menarik," kata Ganjar saat dikonfirmasi, Sabtu (26/4).
Ganjar berharap ke depannya seluruh pihak bisa membicarakan isu yang lebih strategis untuk kepentingan rakyat.
Apalagi, lanjut Ganjar, kedua pihak yang terlibat dalam isu tersebut juga sudah siap membuktikan kebenaran di pengadilan.
"Prosesnya kan juga sudah berlangsung sekarang, kalau tidak salah ada yang menggugat dan sebagainya, kemudian ada yang sudah sampai ke pengadilan," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Jokowi mempertimbangkan akan membawa persoalan ijazah kuliahnya yang dipermasalahkan sejumlah pihak ke ranah hukum.
"Saya mempertimbangkan karena ini sudah jadi fitnah di mana-mana," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Rabu (16/4).
Jokowi mengatakan bahwa polemik tersebut juga termasuk pencemaran nama baik sehingga dirinya mempertimbangkan untuk melaporkan hal tersebut ke aparat hukum.
Pihak UGM menyatakan telah menjalin komunikasi dengan kepolisian terkait isu ijazah Jokowi yang dituding palsu oleh sejumlah pihak.
Sekretaris UGM, Andi Sandi Antonius mengatakan bahwa komunikasi tersebut sejak pekan lalu meski belum merinci bentuk komunikasi dan pemeriksaan oleh aparat.
"Sudah ada kontak dengan teman-teman dari Polri, sudah ada. Masih terkait yang tadi (kasus ijazah). Detailnya nanti teman-teman Polri yang menyampaikan," katanya saat ditemui di kampus UGM, Yogyakarta, Rabu (23/4). (ant/dpi)