news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kerja Penyidik Polda Jabar Tidak Proper, Eks Wakapolri Sebut Ada Kepanikan dari Kapolda Irjen Akhmad Wiyagus soal Kasus Vina Cirebon.
Sumber :
  • istimewa

Kerja Penyidik Polda Jabar Tidak Proper, Eks Wakapolri Sebut Ada Kepanikan dari Kapolda Irjen Akhmad Wiyagus soal Kasus Vina Cirebon

Oegroseno berani menyebut Kapolda Jabar Irjen Akhmad Wiyagus panik terkait soal kasus Vina Cirebon. Kapolda Irjen Akhmad WIyagus disebut panik di kasus vina
Rabu, 17 Juli 2024 - 23:10 WIB
Reporter:
Editor :

"Nah ini mungkin dalam situasi yang percepatan waktu kan kalau sudah, kan waktu berjalan argonya nih. Nah itu mungkin tidak diterapkan di situ," tambahnya.

Oegroseno mengatakan Kapolda Jabar biasaya tidak terlibat langsung dalam penyidikan suatu perkara.

Dia menuturkan Kapolda Jabar mendapat desakan dari Dirkrimum terkait penyidikan perkara.

"Biasanya kan begini kalau Kapolda kan enggak terlibat langsung diserang direktur. Direktur Reserse Umum ya. Nah, di sini biasanya seorang direktur kan harus sekolahnya sudah cukup dia mengambil keputusannya itu jangan sampai merugikan institusi merugikan atau lembaga, merugikan pimpinan gitu dan sebagainya sehingga risiko yang dari semua risiko jelek pasti ada yang agak terbaik itu diambil harusnya," jelasnya.

Hasil tes psikologi Pegi Setiawan seharusnya tak dibocorkan Polda Jabar

Oegroseno beranggapan hasil tes psikologi Pegi Setiawan seharusnya hanya menjadi materi penyidik Polda Jabar.

Menurutnya, hasil tes psikologi tersebut digunakan penyidik untuk menghadapi Pegi Setiawan dalam penyidikan kasus pembunuhan Vina.

"Seharusnya untuk pemeriksaan seperti kemarin Pegi itu adalah untuk kepentingan penyidik, bagaimana menghadapi orang seperti Pegi. Jadi, tidak untuk dipublikasi, bukan juga alat bukti di situ," paparnya.

Dengan demikian, dia menilai sebagai purnawiran kepolisian, tindakan penyidik Polda Jabar telah menyalahi etika profesi.

Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya tidak perlu terjadi terkait membongkar hasil tes psikologi Pegi Setiawan.

"Itu mungkin bisa dikatakan pasal apa ya pelanggaran etika saja. Etika profesi sudah dinyatakan bahwa ya sebenarnya tidak boleh dilakukan dan akhirnya kan merehabilitir apa yang disampaikan hasilnya tadi. Jadi orang yang penting minta maaf ini ada yang salah dirabitir sebetulnya tidak untuk itu, ya mudah-mudahan masyarakat memaafkan," imbuhnya.

Sebelumnya, salah seorang tim hukum Polda Jabar yang membacakan jawaban menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, diketahui Pegi Setiawan memiliki kecenderungan berbohong dan bersikap manipulatif saat dilakukan tes oleh penyidik Polda Jabar.

"Selama pemeriksaan saudara Pegi Setiawan kerap menggaruk kepala, kontak mata kurang terjaga atau cenderung menghindari kontak mata dan cenderung gelisah," kata salah seorang anggota tim hukum Polda Jabar yang dipimpin Kabidkum Polda Jabar, Kombes Nurhadi Handayani, Rabu (3/7/2024).(lgn)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral