Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengambil langkah serius dalam menangani persoalan sampah, khususnya sampah sisa makanan (food waste) yang selama ini menjadi penyumbang sampah perkotaan.Â
Sampah menumpuk hingga membentuk gunungan di beberapa depo. Hal ini imbas kuota sampah khususnya dari Kota Yogyakarta yang masuk ke TPA Piyungan berkurang.
Pansus DPRD DI Yogyakarta yang membahas Rraperda pertambangan mengecek langsung lokasi tambang ilegal di kampung Gentingsari, Dusun Banyakan I, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq melaksanakan sidak ke beberapa depo di Kota Yogyakarta dan TPA Piyungan di Kabupaten Bantul, Senin (18/11/2024).
Dampak penutupan TPST Piyungan di Bantul Yogyakarta mengakibatkan munculnya kembali tumpukan sampah di sejumlah titik di Kota Yogyakarta, Jumat (7/6/2024).
Pengoptimalan depo-depo sampah menjadi solusi yang disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta untuk penanganan sampah seiring penutupan permanen Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan.
Tumpukan sampah nampak berserakan di sejumlah titik ruas jalan di Kota Yogyakarta. Selain mengganggu pandangan mata, sampah yang menggunung menimbulkan bau menyengat.
Layanan pengangkutan sampah dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Bantul atau disingkat Kartamantul ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan mulai dibatasi.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY mempersiapkan skema penanganan sampah saat libur panjang lebaran. Diprediksi, volume sampah akan mengalami kenaikan khususnya Kota Yogyakarta.
Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyiapkan sejumlah pusat pengolahan sampah untuk mengolah sampah menjadi sumber daya bernilai ekonomi tinggi.