Riset dari Binus University (Binus) berjudul "Analisis Mahadata Kebijakan Hilirisasi: Strategi dan Diplomasi Indonesia Menghadapi Dinamika Global" mengungkap hilirisasi di Indonesia diadopsi oleh sejumlah negara.
Nikel dan pasir silika menjadi tulang punggung pengembangan industri kendaraan listrik (EV) dan panel surya dan berperan penting dalam transisi energi global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, mendukung hilirisasi nikel yang dicanangkan oleh pemerintah Prabowo-Gibran.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa melalui hilirisasi industri juga, Indonesia mampu mendorong nilai tambah dan menggenjot lapangan kerja baru.
Salah satu momen menarik dalam ujian Bahlil di UI adalah ketika Prof. Didik Junaidi Rachbini memberikan pertanyaan tajam terkait hilirisasi industri nikel.
Di era Jokowi, Indonesia menapaki hilirisasi di sektor mineral seperti nikel dan bauksit, serta sektor agro seperti kelapa sawit dan komoditas pertanian lain.
10 tahun Jokowi menjabat, Indonesia telah menempatkan hilirisasi sebagai pilar utama kebijakan ekonominya dalam beberapa tahun, khususnya nikel dan sawit.
Melalui hilirisasi industri, Jokowi ingin mengubah wajah ekonomi RI dari pemasok bahan mentah menjadi negara yang memproduksi barang bernilai tambah tinggi.
Menurut Kementerian Investasi, hilirisasi dikerjakan Jokowi terbukti memberikan dampak besar pada perekonomian RI dan akan dilanjutkan oleh Prabowo Subianto.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.