Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.
Istri Hoegeng, Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri menghembuskan napas terakhirnya, pada Selasa (3/2/2026). Perjalanan cintanya dengan sang jenderal jadi sorotan.
Eyang Meriyati Hoegeng wafat di usia 100 tahun. Simak perjalanan hidup, kisah cinta, dan keteladanan istri Jenderal Hoegeng yang menginspirasi Indonesia.
Masih ingat dengan sosok yangviral lewat kalimat lantang âDemi Tuhan!â sambil menggebrak meja? Ya, dialah Arya Wiguna, salah satu tokoh yang pernah membongkar praktik
Arya Wiguna pernah menjadi sosok fenomenal pada 2013 lalu dalam kasus Eyang Subur. Sempat menghilang, kini ia kembali viral di TikTok. Begini kabar terbarunya.
Arya Wiguna kembali viral sebuah unggahan media sosial lantaran anaknya yang curhat mengenai perceraian orang tuanya. Dewi Almira bongkar kelakuan Eyang Subur
Meski sudah kurang terdengar, nama Arya Wiguna kini kembali dibicarakan publik setelah seorang aktris FTV bernama Deriska Almira yang mengaku anak perempuannya
Nama Eyang Subur sempat viral pada awal tahun 2010-an usai dituding oleh mantan muridnya yaitu Arya Wiguna dan Adi Bing Slamet melakukan praktek perdukunan.
Masih ingat dengan Eyang Subur? Sosok yang pernah menggemparkan Indonesia ini, pernah hidup bermewah-mewahan dan memiliki 25 istri. Ini kondisinya sekarang
Hari ke-12 kampanye pada Sabtu (9/12/2023), calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan dijadwalkan berkampanye di daerah Jawa Barat, yakni Kuningan, Cirebon dan Indramayu.Â
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.