Inilah sejarah Hari Lahir Pancasila. Setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Hal ini berawal dari sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Ahmad Basarah mengatakan, saat ini tidak tepat bedakan nasionalisme dan agama. Sebab, Bung Karno sebagai pendiri bangsa membangun Indonesia dengan dasar Islam.
Tokoh Muhammadiyah yang termasuk dalam 22 Pahlawan Nasional diantaranya, Ir. Soekarno, Jenderal Soedirman, Fatmawati, KH. Ahmad Dahlan, H. Agus Salim, KH. Mas Mansyur
Tepat pada 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Pidato yang berjudul âLahirnya Pancasilaâ disampaikan oleh Soekarno, Ini sedikit kisah Soekarno
Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Empat bulan kemudian, tepatnya tanggal 1 Oktober masyarakat Indonesia memperingati Hari Kesaktian Panca
1 Juni Hari Lahir Pancasila, ini sejarah dan maknanya. Berdasarkan Keppres Nomor 24 Tahun 2016, tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.Â
Tokoh, pejuang, sekaligus ulama dari Jawa Barat, yakni KH Ahmad Sanusi mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada Senin (9/11/2022) oleh pemerintah atas jasanya
Pembagian wilayah utara Kalimantan sempat diwarnai konflik yang berujung kecaman Ganyang Malaysia oleh Soekarno. Presiden pertama RI itu geram lantaran Inggris
Teror terhadap influencer Dj Donny berlangsung berlapis dan semakin berbahaya. Berawal dari kiriman bangkai ayam berisi ancaman, teror itu memuncak dengan pelemparan bom molotov ke rumahnya pada dini hari.
Pagi itu, Andi memotret anak bungsunya yang tengah asyik bermain di antara barisan pohon sawit di Kabupaten Tebo, Jambi. Seperti jutaan petani sawit kecil lainnya
Pelatih Everton, David Moyes, memberikan pujian khusus kepada duet bek tengah Jake O’Brien dan James Tarkowski usai kemenangan meyakinkan 2-0 atas Nottingham Forest
Partai tandang pekan ke-16 akan digelar pada Senin (5/1/2026) mendatang di Stadion Brawijaya, Kediri. Tren positif akan coba dilanjutkan Persib untuk menjaga puncak klasemen Super league 2025-2026 dari kejaran pesaing.
Ustaz Abdul Somad (UAS) berpendapat hukum merayakan Tahun Baru 2026 untuk agama Islam masih boleh, selagi tidak mengikuti ritual keagamaan dan budaya umat lain.