News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ternyata Ini Perbedaan Hari Lahir Pancasila dengan Hari Kesaktian Pancasila, Jangan Salah Tafsir Lagi, Ya …

Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Empat bulan kemudian, tepatnya tanggal 1 Oktober masyarakat Indonesia memperingati Hari Kesaktian Panca
Kamis, 1 Juni 2023 - 12:58 WIB
Ternyata Ini Perbedaan Hari Lahir Pancasila dengan Hari Kesaktian Pancasila, Jangan Salah Tafsir Lagi, Ya …
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Empat bulan kemudian, tepatnya tanggal 1 Oktober masyarakat Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

Lantas apa perbedaan antara Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila? Simak ulasan berikut ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski terdengar serupa Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila memiliki makna yang berbeda. Masing-masing didasarkan pada peristiwa historis pembentukan Republik Indonesia. 

Hari Lahir Pancasila merujuk pada peristiwa sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) pada 1 Juni 1945.

Kala itu para cendikiawan bangsa tengah berunding merumuskan dasar negara apa yang akan digunakan Republik Indonesia nantinya.

Soekarno menyampaikan lima sila yang kemudian ia namai sebagai Pancasila.  

Sebelum Soekarno, pada tanggal 31 Mei ada Soepomo yang juga menyampaikan lima poin usulan dasar negara. Dua hari sebelumnya (29 Mei), Moh Yamin mengutarakan juga lima gagasan dasar negara.

Setelah tiga tokoh itu menyampaikan pandangannya dasar negara Pancasila akhirnya disepakati. 

BPUPKI kemudian membentuk Panitia Sembilan yang melanjutkan rumusan susunan Undang-Undang Dasar yang berpedoman pada pidato Soekarno tersebut.

Sementara itu Hari Kesaktian Pancasila merujuk pada kejadian G30S PKI atau Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia.

G30S PKI merupakan sejarah kelam Tanah Air yang identik dengan penculikan para petinggi militer negara. Mulai tanggal 30 September hingga 1 Oktober 1965 PKI bergerilya melakukan penculikan terhadap para jenderal dan membuat kerusuhan di berbagai tempat.

Upaya tersebut ditujukan untuk menggeser ideologi Pancasila menjadi komunis. Namun akhirnya PKI bisa dipukul balik dan Indonesia terbebas dari ideologi ekstrem kiri tersebut.

Tanggal 1 Oktober kemudian ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Penetapan itu bertujuan sebagai hari berkabung dari peristiwa G30S PKI. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, ini sebagai kemenangan Pancasila dari ancaman ideologi komunis. Itu tadi perbedaan mendasar antara Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi tegur kontraktor yang bangun gedung memakan jalan provinsi tanpa IMB. Proyek harus dibongkar, ia sebut kontraktor ‘Bapak Pelit'. Simak beritanya!
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok, 10 April 2026, untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Panduan strategi finansial harian.
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Seorang pemain timnas telah memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Hal ini bisa berimplikasi kepada ketersediaannya di FIFA Matchday.
Selengkapnya