Tragedi G30S PKI bukan hanya meninggalkan kisah kelam tentang gugurnya para jenderal dan pahlawan revolusi. Peristiwa berdarah itu juga merenggut nyawa bocah kecil
Kisah tewasnya Ade Irma Suryani Nasution saat rumah Jenderal AH Nasution diserang Pasukan Cakrabirawa pada tragedi G30S PKI bikin sedih. Ia sempat menanyakan hal ini kepada sang ibunda.
Di balik kisah tujuh Jenderal yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI, ada satu korban tak berdosa yang menjadi saksi bisu kekejaman sejarah kelam tersebut.
Siapa sangka, Presiden ke-2 RI sekaligus sosok jenderal yang banyak dapat sorotan, Soeharto pernah ditempeleng oleh Ahmad Yani dan dipecat AH Nasution. Namun..
Momen Jenderal AH Nasution memecat Soeharto membuat nasibnya kian sengsara saat masa orde baru. The Smiling Jenderal berkuasa, hidup AH Nasution dicekal...
Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni segera berkoordinasi ke Pemerintah Pusat guna mendorong operasional Bandar Udara (Bandara) Abdul Haris
Siapa sangka, Soeharto yang memiliki sejarah kelam seperti pernah ditempeleng Ahmad Yani, dipecat AH Nasution justru malah jadi penguasa dan Presiden Republik Indonesia ke-2.
The Smiling General (julukan Soeharto) selamat saat beberapa Jenderal TNI, termasuk Ahmad Yani dihabisi di peristiwa berdarah G30S PKI. Adapun saat itu ternyata
Ade Irma Suryani Nasution lahir di Jakarta pada 19 Februari 1960. Ia putri dari Jenderal A.H Nasution dan jadi korban peristiwa Gerakan 30 September (G30S).
Timnas Futsal Indonesia kembali mencuri perhatian publik pada ajang Piala Asia Futsal 2026. Skuad Garuda kini bersiap menghadapi laga krusial di babak semifinal yang akan digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2).
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, secara tegas menyampaikan evaluasi khusus kepada anak asuhnya usai berhasil mencetak sejarah dengan lolos ke babak semifinal Piala Asia Futsal 2026.
Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Meskipun tampil tanpa sang kapten, Al Nassr tetap menunjukkan kelasnya sebagai tim papan atas. Mereka tetap bisa menang atas Al Riyadh di laga pekan ke-20.
Pelatih John Herdman membuka peluang penambahan pemain naturalisasi demi perkuat Timnas Indonesia. Lima pemain asing ini berpotensi jadi WNI dalam waktu dekat.