News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sampai Latihan Pukul Bola Voli yang Diisi Pasir, Pevoli Semarang Berusia 13 Tahun Ini Terobsesi Jadi Penerus Megawati Hangestri

Saking terobsesinya bisa ikuti jejak Megawati Hangestri, pevoli muda asal Semarang berusia 13 tahun ini sampai jalani pola latihan keras oleh sang ayah sampai menangis.
Selasa, 11 November 2025 - 03:27 WIB
Megawati Hangestri dan pelatih Red Sparks Ko Hee-jin
Sumber :
  • KOVO

tvOnenews.com - Demi jadi penerus Megawati Hangestri, pevoli putri berusia 13 tahun ini sampai dilatih keras oleh sang ayah sejak kecil.

Terbukti, atlet voli putri asal Semarang ini sekarang bisa latihan bareng dengan Megawati Hangestri ketika Livoli Divisi Utama 2025 kemarin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belakangan ini, mulai banyak sosok pemain voli muda Indonesia yang mendapat julukan sebagai calon penerus Megawati Hangestri.

Tidak heran jika anggapan itu semakin masif dikatakan. Pasalnya, Megawati Hangestri menjadi satu-satunya pevoli putri Indonesia yang kariernya moncer di luar negeri.

Sempat nama Junaida Santi digadang-gadang akan ikuti jejak sang senior. Apalagi, Megawati Hangestri pernah bilang jika juniornya itu sudah layak abroad.

Setelah direkomendasikan pelatihnya, Junaida Santi yang baru berusia 18 tahun kini gabung agensi pemain dari Turki CAAN Athletics. Walau begitu, belum jelas kapan ia abroad.

Lain halnya dengan Junaida Santi, Lintang Yulia Prasasti baru-baru ini juga mendapat julukan demikian. Posturnya bahkan mendekati Megatron.

Calon penerus Megawati Hangestri di Timnas Voli Putri Indonesia Lintang Yulia Prasasti
Calon penerus Megawati Hangestri di Timnas Voli Putri Indonesia Lintang Yulia Prasasti
Sumber :
  • Instagram @sumutfalcons

 

Kendati demikian, ada satu lagi atlet voli putri Indonesia yang kini disebut sebagai penerus Megawati Hangestri. Sang ayah bahkan sudah melatihnya sejak kecil.

Adalah Arimbi Syifana Andayani, pevoli putri asal Semarang yang mencuri perhatian di Livoli Divisi Utama 2025 lantaran debut di usianya yang baru menginjak 13 tahun.

Arimbi Syifana Andayani yang masih duduk di bangku SMP terang-terangan bilang kalau Megawati Hangestri merupakan sosok yang dia idolakan.

“Kak Megawati — karena mainnya bagus banget,“ tegas Arimbi saat ditanya siapa idolanya.

Lahir di Semarang, Jawa Tengah pada Mei 2012, Arimbi yang berpostur 176 cm sudah menjalani debut bersama tim senior Rajawali O2C di Livoli Divisi Utama 2025.

Arimbi Syifana Andayani kemudian berkesempatan jumpa Megawati Hangestri d Livoli Divisi Utama 2025. Ketika itu, ia bersama Rajawali O2C melawan Bank Jatim.

Meski berhadapan sebagai pemain lawan, namun Arimbi Syifana Andayani mengaku gugup ketika berada satu lapangan dengan sang idola.

Calon penerus Megawati Hangestri di Timnas Voli Putri Indonesia Arimbi Syifana Andayani
Calon penerus Megawati Hangestri di Timnas Voli Putri Indonesia Arimbi Syifana Andayani
Sumber :
  • Instagram @arwimbi

 

Bukan cuma itu, ia berkesempatan latihan di tempat yang sama dengan Megawati Hangestri. Selain gugup, Arimbi juga senang bertemu Mega.

“Gugup terus sama senang,“ ucap Arimbi saat bertemu Megawati Hangestri dikutip dari YouTube Moji TV.

“Waktu dia mau servis sama waktu mau mukul (bola),” jelasnya saat ditanya apa yang ingin dicontoh dari Megawati Hangestri.

Sementara itu, impian pevoli dengan julukan 'Bocah Terbang' itu bertemu Megawati Hangestri ternyata didapat dengan proses yang cukup panjang.

Pelatih Octavian menjadi sosok yang berjasa dalam melihat potensi Arimbi Syifana Andayani hingga memboyongnya ke skuad Rajawali O2C.

Hal ini diceritakan oleh sang ayah Sulaiman yang mengungkapkan bahwa dirinya harus melatih sang putri dengan metode yang luar biasa keras.

“Betul, sampai nangis-nangis harus tetap jalan,“ kata ayah Arimbi saat menjelaskan pola latihan sang putri.

Megawati Hangestri dan bintang voli muda asal Semarang, Arimbi Syifana.
Megawati Hangestri dan bintang voli muda asal Semarang, Arimbi Syifana.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Instagram Manisa BBSK / Instagram Arwimbi

 

Bahkan untuk mencapai tahap seperti sekarang, ayah Arimbi menceritakan kalau dia sampai memberikan pola latihan berupa memukul bola voli dengan isian pasir.

Saking kerasnya pola latihan tersebut, tangan Arimbi Syifana Andayani kabarnya sampai bengkak. Si Bocah Terbang itu sesekali juga menangis karena kelelahan.

“Pertama lari dulu, terus stretching, terus latihan speed, terus latihan lompat palangan itu, rintangan, lompat meja, terus mukul bola gantung tapi dalamnya pasir, sampai tangannya bengkak,” ujar sang ayah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengorbanan itu akhirnya membuahkan hasil. Arimbi Syifana Andayani kini jadi andalan tim Rajawali O2C. Pelatih Timnas Voli Putri Indonesia Marcos Sugiyama bahkan sudah memantau bakatnya.

(han)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT