Arimbi Syifana Andayani mengungkap alasan memilih posisi opposite hitter: bukan karena kemampuan spike, melainkan karena passing dan receive-nya belum cukup.
Pengakuan jujur Arimbi Syifana Andayani yang bermain sebagai opposite, bintang voli muda calon penerus Megawati Hangestri itu akui masih kurang percaya diri.
Dunia voli Indonesia tengah dihebohkan oleh dua sosok luar biasa: Megawati Hangestri Pertiwi dan Arimbi Syifana Andayani. Ternyata mereka punya kesamaan. Apa?
Sorotan publik voli nasional tengah tertuju pada satu nama muda yang sedang naik daun yaitu Arimbi Syifana Andayani. Pevoli muda itu sebut Megawati Hangestri...
Sorotan publik voli Indonesia belakangan ini tak bisa lepas dari satu nama yang sedang naik daun dengan cepat: Arimbi Syifana Andayani. Kata orang terdekat...
Kerap disebut bocil di dunia voli, Arimbi Syifana sukses menarik perhatian publik, lewat aksinya yang memukau di Livoli 2025. Pemain belia berusia 13 tahun yang suksesÂ
Kemunculan Arimbi Syifana menandai era baru bagi regenerasi atlet bola voli putri Indonesia. Di usianya yang masih belia, ia sudah berani tampil event nasional.
Arimbi Syifana Andayani menjadj sorotan belakangn ini. Ia adalah seorang pevoli muda berusia 13 tahun, bermain dalam Livoli Divisi Utama 2025 babak Final Four yang bergulir di GOR Ki Magetan
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta.
RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.