Adu Tajam Megawati Hangestri dan Neriman Ozsoy asal Turki, Big Match Putri Langsung Panaskan Proliga 2026?
tvOnenews.com - Persaingan sektor putri Proliga 2026 langsung menghadirkan narasi menarik sejak awal kompetisi, salah satunya duel antara Megawati Hangestri Pertiwi dan Neriman Ozsoy.
Keduanya diproyeksikan menjadi pusat perhatian dalam laga Jakarta Pertamina Enduro kontra Jakarta Electric PLN, sebuah pertemuan yang mempertemukan dua spiker dengan karakter dan latar belakang berbeda.
Head to head ini bukan sekadar adu ketajaman, tetapi juga perbandingan generasi, pengalaman, dan momentum performa.
Megawati datang sebagai ikon voli putri Indonesia yang performanya terus menanjak, sementara Neriman membawa reputasi pemain senior Eropa dengan jam terbang panjang di level internasional. Menariknya, keduanya memiliki perjalanan yang kontras di Proliga 2025.
Neriman tampil sejak awal musim dan menjadi andalan utama timnya, sedangkan Megawati baru bergabung di fase krusial, namun langsung memberi dampak signifikan. Kondisi ini membuat duel mereka di Proliga 2026 tidak hanya bernuansa teknis, tetapi juga sarat cerita.
Proliga 2026 Dibuka di Pontianak, Tuan Rumah Langsung Diuji
Proliga 2026 resmi dibuka di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, pada Kamis (8/1/2026).
Hari pertama langsung menyuguhkan laga yang melibatkan dua tim berstatus tuan rumah, yakni Jakarta Popsivo Polwan dan Jakarta Bhayangkara Presisi.
Popsivo dijadwalkan menghadapi Medan Falcons, sementara Bhayangkara Presisi yang berstatus juara bertahan meladeni Medan Falcons Tirta Bhagasasi.
Meski diunggulkan karena faktor kandang, kedua tim Jakarta tetap dituntut waspada. Medan Falcons hadir dengan komposisi menarik, terutama di sektor putri yang ditangani pelatih timnas voli putri Indonesia, Marcos Sugiyama.
Tim ini juga diperkuat dua pemain asing dari kawasan ASEAN, yakni Dell Palomata asal Filipina dan Vi Thi Nhu Quynh dari Vietnam.
Sementara itu, tim putra Medan Falcons yang berstatus debutan membawa nama besar Fahri Septian Putratama.
Outside hitter tim nasional Indonesia tersebut sebelumnya memperkuat LavAni dan diharapkan mampu menjadi tulang punggung tim barunya di kompetisi ini.
Megawati dan Neriman: Rekam Jejak Berbeda di Proliga 2025
Sorotan utama berlanjut ke hari kedua pada Jumat (9/1/2026), ketika Jakarta Pertamina Enduro bertemu Jakarta Electric PLN. Laga ini diprediksi menjadi big match awal musim, terutama karena mempertemukan Megawati Hangestri Pertiwi dan Neriman Ozsoy di posisi spiker utama.
Neriman Ozsoy merupakan pemain asal Turki yang memiliki pengalaman panjang di level internasional. Pada Proliga 2025, ia tampil konsisten bersama Jakarta Popsivo Polwan dan menjadi ujung tombak serangan tim.
Meski telah berusia 37 tahun, Neriman tetap mampu mencuri perhatian dengan kontribusi poin yang signifikan. Namun, perjalanan Popsivo musim lalu harus terhenti di putaran reguler, meski mencatatkan 11 kemenangan dari 12 pertandingan saat diperkuat Neriman.
Sebaliknya, Megawati Hangestri baru bergabung ke Proliga 2025 pada fase final four. Meski tampil lebih singkat, kehadirannya langsung memberikan dampak besar bagi timnya, terutama dalam laga-laga penentuan.
Efektivitas serangan dan mental bertanding Megawati menjadi salah satu pembeda, sekaligus memperkuat statusnya sebagai spiker utama tim nasional.
Format Baru dan Persaingan Putri yang Lebih Ketat
Mengutip rilis PBVSI, Wakil Ketua Panitia Proliga 2026, Regi Nelwan, menyebutkan bahwa musim ini akan mempertandingkan total 98 laga. Jumlah tersebut meningkat karena perebutan peringkat ketiga dan partai final menggunakan sistem best of three.
“Format ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas persaingan sekaligus memacu performa atlet,” ujar Regi Nelwan yang juga menjabat Kepala Bidang Kompetisi dan Pertandingan PP PBVSI.
Persaingan sektor putri dipastikan semakin ketat dengan kehadiran tujuh tim, yakni Bandung BJB Tandamata, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, Jakarta Electric PLN, Jakarta Livin Mandiri, Jakarta Pertamina Enduro, Jakarta Popsivo Polwan, dan Medan Falcons.
Jadwal Ramadan hingga Final di Yogyakarta
Proliga 2026 tetap digelar selama bulan Ramadan. Pada fase ini, pertandingan berlangsung selama delapan hari dengan satu laga per hari, dimulai pukul 20.30 WIB setelah tarawih. “Langkah ini diambil agar jeda menuju Final Four tidak terlalu panjang,” jelas Regi.
Fase Ramadan dijadwalkan berlangsung di Padepokan Voli Jenderal Kunarto, Sentul, pada 19–22 Februari dan 26 Februari–1 Maret 2026, sekaligus menutup putaran reguler kedua. Babak Final Four digelar di Surabaya, Solo, dan Semarang, sebelum puncak kompetisi berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pada 21–26 April 2026. (udn)
Load more