Megawati Hangestri Mengamuk di Medsos Buntut Netizen Bandingkan Proliga dan Liga Voli Korea: Bodoh, Aku Latihan di Proliga Satu Hari Terus Disuruh Main kayak...
- Tangkapan layar tiktok
tvOnenews.com - Megawati Hangestri kembali menjadi sorotan publik, kali ini bukan karena penampilannya di lapangan, melainkan aksi emosionalnya di media sosial.
Pemain yang dijuluki “Megatron” ini meluapkan kekesalannya dalam siaran langsung di TikTok, menanggapi kritik warganet yang menuntutnya tampil secemerlang saat membela Red Sparks di Korea Selatan.
“Aku di Korea latihan tiga bulan, kalian nggak tahu bagaimana perjuanganku sampai nangis-nangis,” ucap Mega dengan nada tinggi, seperti dikutip dari akun TikTok @Megawatihangestrip.
Ia juga menambahkan, “Sekelas Ronaldo sehari latihan juga nggak bisa langsung bagus, guys.”
Atlet voli asal Jember, yang baru saja bergabung dengan Gresik Petrokimia di Proliga 2025, mengaku baru satu hari mengikuti latihan bersama tim barunya.
Namun, ekspektasi dari netizen yang menyamakan penampilannya dengan performanya di V-League Korea membuatnya naik pitam.
“Latihan satu hari di Proliga, terus disuruh tampil kayak waktu di Korea. Punya otak nggak sih?” cetusnya dengan nada geram.
“Bodoh, tahu nggak, beda banget atmosfernya,” lanjutnya. Ia juga dengan tegas menyebut komentar-komentar negatif itu tak berdasar, “Jangan asal hujat, an###r!”
Dalam video tersebut, Megawati juga membantah anggapan bahwa ia sedang liburan.
"Aku istirahat bukan karena santai, tapi karena cedera,” katanya.
Ia menegaskan bukan tipe orang yang mudah marah, tapi akan bereaksi ketika merasa dizalimi. “Aku bukan mental tempe. Buka mata kalian!” tegasnya.
Megawati memang baru kembali ke tanah air usai musim keduanya di Red Sparks, Korea Selatan. Ia menjadi salah satu bintang asing paling bersinar di V-League dan mengangkat popularitas voli Indonesia di kancah Asia.
- Instagram - Megawati Hangestri Pertiwi
Namun, kembalinya ke Proliga bukan keputusan yang mudah. Dalam siaran langsung lainnya di akun @megawati\_official.Vball, ia mengaku awalnya enggan bermain di Proliga.
“Aku ini professional. Bukan star syndrome. Kalau nggak suka, ya jangan lihat aku,” ucapnya dalam live tersebut.
Respons netizen pun terbagi dua. Ada yang menyayangkan sikap Megawati yang terlalu meladeni komentar negatif.
“Megawati, bukan kelasmu nanggapi netizen. Hilang simpatiku,” tulis akun @BenoAstro. Lainnya bahkan menyarankan agar keluarga Megawati menyita ponselnya sementara waktu.
Namun, tak sedikit pula yang membela sang atlet. “Kalau itu bisa bikin Mega lebih baik, ya lakukan. Banyak kok yang masih dukung kamu,” tulis akun @jodyspeed.
Sikap emosional Megawati ini muncul di tengah harapan besar publik terhadap kiprahnya di Proliga 2025.
Performa impresifnya di Korea Selatan membuat banyak orang berharap ia jadi kunci kebangkitan Gresik Petrokimia.
Namun, ekspektasi tinggi justru berubah menjadi tekanan, apalagi saat ia belum berada di kondisi terbaik akibat adaptasi dan cedera.
Fenomena ini mencerminkan dilema yang dialami atlet-atlet nasional yang berkiprah di luar negeri, seperti halnya Sandy Walsh, Jordi Amat, dan Rafael Struick di sepak bola.
Ketiganya juga mulai kehilangan sorotan di level klub Asia, tapi tetap diandalkan oleh Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Megawati pun kini menghadapi tekanan serupa. Ia tetap menjadi ikon voli Indonesia, tetapi harus menghadapi tuntutan untuk selalu tampil sempurna, meski belum dalam kondisi ideal.
Mampukah Megatron kembali menjawab ekspektasi publik dengan prestasi, bukan kontroversi? (udn)
Load more