Top 3 Voli: Rival Red Sparks Kian Merana, Bak Bumi dan Langit Perbandingan Gaji Megawati Hangestri, Omongan Ko Hee-jin Terbukti
- KOVO
tvOnenews.com - Dunia voli putri Korea Selatan masih menjadi sorotan publik pecinta olahraga Tanah Air.
Dalam 24 jam terakhir, ada tiga kabar menarik, mulai dari kemerosotan rival Red Sparks, perbedaan mencolok gaji Megawati Hangestri, hingga pembuktian omongan sang pelatih Ko Hee-jin.
Berikut informasi lengkapnya.
Hyundai Hillstate, rival Red Sparks dalam dua musim terakhir di Liga Voli Korea, tengah menghadapi badai besar.
Klub yang sukses menjuarai Liga Voli Korea musim 2024 tersebut justru perlahan kehilangan kekuatannya.
Kehilangan ini tak main-main, karena sejumlah pemain kunci mereka memutuskan hengkang.
Pemain kuota Asia andalan mereka dalam dua musim terakhir, Wipawee Srithong, justru memilih bergabung ke Red Sparks, tim yang sebelumnya jadi lawannya.
Tak hanya itu, salah satu pilar pertahanan tim, middle blocker Lee Da-hyun, juga memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya.
Alih-alih bermain di luar negeri seperti rumor yang sempat beredar, Lee Da-hyun kini berlabuh ke Pink Spiders, menambah daftar kekuatan baru klub rival.
Situasi ini jelas membuat kekuatan Hyundai Hillstate menurun drastis.
Baca selengkapnya: Rival Red Sparks Kian Merana! Satu Per Satu Bintangnya Mulai Tinggalkan Juara Liga Voli Korea 2023/2024 Itu
Topik panas lainnya datang dari pengakuan Megawati Hangestri yang kini kembali ke Indonesia dan membela Petrokimia Gresik dalam ajang Proliga 2025.
Sebelumnya, Megawati bermain dua musim untuk Red Sparks dan tampil luar biasa, menjadikannya salah satu pemain asing paling bersinar di V-League.
Selama membela Red Sparks, Megawati menerima bayaran sekitar USD 150.000 atau Rp2,4 miliar per musim.
Jika dibagi selama sembilan bulan kompetisi, jumlahnya mencapai sekitar Rp266 juta per bulan.
Meski angka ini terbilang besar, namun masih kalah jauh dibandingkan dengan bintang lokal Korea seperti Kim Yeon-koung yang digaji hingga ₩800 juta per musim—atau lebih dari Rp9 miliar.
Perbedaan gaji ini pun mengundang diskusi luas. Banyak netizen merasa gaji Megawati belum sepadan dengan kontribusi dan performanya yang konsisten.
Namun, dari sisi pengalaman dan prestise, Megawati telah menorehkan jejak penting sebagai pemain Indonesia yang sukses di kancah internasional.
Baca selengkapnya: Bak Bumi dan Langit, Segini Perbandingan Gaji Megawati Hangestri dan Pemain Voli Terbaik Dunia di Proliga 2025, Nilainya Bahkan Melebihi….
Kabar ketiga yang tak kalah emosional datang dari pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin.
Sosok pelatih ini dikenal tegas namun penuh perhatian terhadap pemain.
Ketika Megawati memutuskan kembali ke Indonesia, Ko Hee-jin tak bisa menyembunyikan emosinya dan sempat menitikkan air mata.
Dalam salah satu wawancara yang diterjemahkan oleh Yuna dari kanal YouTube Yuna Nuna, Ko Hee-jin mengungkapkan kesan pertamanya saat bertemu Megawati.
“Saya melihat Mega pertama kali langsung merasa saya yakin. Saya pede banget, pasti Mega bisa main di sini dengan baik,” ujar Ko Hee-jin.
Keyakinan sang pelatih terbukti benar. Megawati menjelma menjadi tumpuan Red Sparks, bahkan menjadi simbol semangat baru bagi tim tersebut.
Meski kini sudah kembali ke Indonesia, nama Megawati tetap harum di V-League, dan tidak sedikit fans Korea yang berharap dirinya kembali lagi di musim-musim mendatang.
Baca selengkapnya: Omongan Ko Hee-jin Benar-benar Terbukti, Ternyata dari Awal Sudah Tahu Megawati Hangestri di Red Sparks akan…
(akg/udn/far)
Load more