News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hari Raya Idul Adha Akan Tiba, Bagaimana Tata Cara Menyembelih Hewan dalam Syariat Islam?

Hari Raya Idul Adha 1443 H/2022 M sebentar lagi akan tiba, banyak persiapan yang harus dilakukan dalam menyambutnya, termasuk tata cara menyembelih hewan Qurban
Selasa, 28 Juni 2022 - 01:59 WIB
Ilustrasi Hewan Qurban
Sumber :
  • Pixabay

Jakarta - Hari Raya Idul Adha 1443 H sebentar lagi akan tiba, banyak persiapan yang harus dilakukan dalam menyambutnya, termasuk dalam hal tata cara menyembelih hewan Qurban.

Satu hal yang harus menjadi perhatian seluruh umat Islam saat menyembelih hewan qurban di Hari Raya Idul Adha adalah proses penyembelihan yang sesuai syariat Islam. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar daging yang dikonsumsi halal adanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Unta, sapi, kerbau, kambing, ayam dan beberapa hewan lainnya yang halal dikonsumsi dapat batal kehalalannya apabila ketika disembelih dengan cara yang tidak sesuai dengan tuntunan agama.

Dilansir dari buku Pendidikan Agama Islam Untuk Masyarakat Awa, Imam Durori menjelaskan setidaknya ada ada dua hal yang harus diperhatikan oleh penyembelih ketika melaksanakan penyembelihan hewan.

1. Penyembelihan hewan tidak diniatkan untuk dipersembahkan kepada selain Allah SWT atau sewaktu hewan itu disembelih, si penyembelih tidak menyebut nama sesembahan selain nama Allah SWT.

Hal tersebut dijelaskan oleh Allah SWT dalam firmanNya yakni Surat al-Baqarah ayat 173

إنما حرم عليكم الميتة والدم ولحم الخنزير وما أهل لغير الله 

Artinya: "Sesungguhnya haram bagi kalian bangkai, darah, dan daging habi serta hewan yang disembelih untuk dipersembahkan atau disebut nama selain Allah. (QS. al-Baqarah: 173).

2. Sebelum hewan sembelihan itu benar-benar telah mati dilarang untuk dipotong atau dikuliti sedikitpun.

Hewan yang akan disembelih harus dipastikan akan segera mati setelah tiga saluran yang berada di leher bagian depan telah terpotong.

Tiga saluran itu antara lain saluran pernapasan, saluran makanan dan saluran urat darah .

Jika hewan sembelihan tersebut sudah benar-benar mati, barulah langsung dikuliti atau dipotong-potong.

Jangan sampai dengan alasan mengejar target dan waktu hal tersebut diabaikan.Karena hal itu tidak sesuai dengan apa yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suatu ketika Rasulullah Muhammad Shollallahu 'Alaihi Wasallam bersabda bahwa:

"Bagian hewan yang dipotong sebelum hewan tersebut mati karena disembelih maka itu adalah bangkai,” sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Abu Dawud.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT