Masih Punya Utang Puasa Ramadan, Apakah Diperbolehkan Jalankan Puasa Sunnah Rajab?
- Pexels/ Gül Işık
“Caranya mudah, niatkan saja mengqadha puasa Ramadan karena Allah. Nanti, tanpa perlu meniatkan sunnah Rajab, Allah akan berikan bonus pahala puasa sunnah. Jadi, niatnya cukup satu: qadha puasa wajib,” tegas Buya Yahya.
Beliau juga menambahkan bahwa niat tidak boleh digabungkan secara langsung antara puasa wajib dan sunnah, karena keduanya memiliki hukum berbeda.
Namun, Allah Maha Pemurah dan akan memberikan pahala tambahan bagi orang yang berpuasa di bulan-bulan mulia seperti Rajab, Sya’ban, dan Syawal.
Buya Yahya menekankan pentingnya mendahulukan kewajiban sebelum amalan sunnah.
Prinsipnya sederhana: selesaikan yang wajib terlebih dahulu, baru kemudian kerjakan yang sunnah.
Dengan demikian, amalan sunnah yang dilakukan menjadi lebih bernilai karena tidak menumpuk kewajiban yang belum diselesaikan.
Selain itu, Buya Yahya juga mengingatkan agar umat Muslim tidak hanya fokus pada pahala puasa sunnah, tetapi juga memahami makna keikhlasan dalam beribadah.
Menurutnya, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga bentuk ketaatan kepada perintah Allah serta pengingat untuk memperbaiki diri.
Bulan Rajab sendiri dikenal sebagai bulan penuh keutamaan yang menjadi pintu menuju Ramadan. Oleh karena itu, memanfaatkannya dengan memperbanyak amal saleh sangat dianjurkan, selama tidak melanggar ketentuan syariat.
Bagi mereka yang masih memiliki tanggungan puasa Ramadan, dianjurkan untuk segera melunasinya sembari tetap memperbanyak amal lain seperti zikir, sedekah, dan doa.
Dengan begitu, ibadah sunnah yang dilakukan di bulan Rajab akan semakin bermakna dan berpahala ganda di sisi Allah. (adk)
Load more