Teks Khutbah Jumat Tema Hari Sumpah Pemuda 2025 Singkat Padat: Kekuatan Seorang Pemuda Muslim
- Pexels/David McEachan
tvOnenews.com - Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda 2025 ini, khutbah Jumat berikut mengingatkan kita semua, terutama para generasi muda Islam, tentang pentingnya peran pemuda sebagai tulang punggung umat dan penerus peradaban Islam.
Tema ini diangkat untuk meneguhkan semangat juang, keimanan, dan tanggung jawab kaum muda agar tidak hanyut dalam arus godaan zaman, tetapi tumbuh sebagai pribadi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Berikut contoh teks khutbah Jumat berjudul Kekuatan Seorang Pemuda Muslim, dilansir dari Ngaji.id.
Khutbah Jumat Pertama
- iStockPhoto
Kaum muslimin rahimakumullah,
Sesungguhnya para pemuda adalah sendi utama umat ini. Mereka adalah generasi penerus yang kelak akan menjadi pemimpin di masa depan. Karena itulah, Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap para pemuda. Masa muda adalah masa emas — masa yang penuh potensi, kekuatan, dan semangat, yang jika terlewatkan, tak akan bisa kembali lagi.
Oleh sebab itu, para pemuda dituntut untuk senantiasa berjihad melawan hawa nafsu dan godaan setan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara setelahnya.”
Salah satunya adalah:
وَشَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ
“Masa mudamu sebelum datang masa tuamu.”
Dalam hadis lain, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ
“Ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan dari Allah pada hari tiada naungan selain naungan-Nya.”
Salah satunya adalah:
شَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ
“Pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla.”
Wahai para pemuda Islam, sungguh besar nikmat Allah ketika kalian berada di lingkungan yang menuntut ilmu agama dan beribadah kepada-Nya. Maka syukurilah nikmat tersebut dan jagalah ia, karena setiap nikmat akan dimintai pertanggungjawaban di hari kiamat.
- Pexels/Eslam Mohammed Abdelmaksoud
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعِ
“Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sebelum ia ditanya tentang empat hal:
عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ — Umurnya, untuk apa ia habiskan.
وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ — Masa mudanya, untuk apa ia gunakan.
وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ — Hartanya, dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan.
وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ فِيهِ — Ilmunya, bagaimana ia mengamalkannya.” (HR. Tirmidzi)
Kaum muslimin sekalian, kebaikan umat akan terwujud jika para pemudanya baik. Karena itu, teladanilah para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang sejak muda telah mengisi hidupnya dengan amal saleh dan perjuangan demi agama.
Hati-hatilah terhadap jebakan setan dan berbagai godaan dunia yang bisa menjerumuskan iman. Allah Ta’ala mengingatkan:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا خُذُوا حِذْرَكُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman, berhati-hatilah kalian.” (QS. An-Nisa: 71)
Musuh-musuh Islam sangat paham bahwa kekuatan umat terletak pada para pemudanya. Karena itu, mereka berupaya dengan berbagai cara untuk melemahkan akidah, moral, dan prinsip hidup generasi muda. Maka kewajiban para pemuda adalah menjaga diri, memperkokoh keimanan, dan tidak memberi peluang bagi musuh-musuh Islam untuk merusak pikiran maupun aqidah.
Contohlah kisah para Pemuda Ashabul Kahfi yang Allah sebut dalam Al-Quran:
إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
“Mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, lalu Kami tambahkan petunjuk bagi mereka.” (QS. Al-Kahfi: 13)
وَرَبَطْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ
“Dan Kami teguhkan hati mereka dengan keimanan.” (QS. Al-Kahfi: 14)
Kekuatan sejati seorang pemuda terletak pada keimanannya kepada Allah. Di zaman penuh godaan ini, para pemuda perlu memperkuat iman, giat menuntut ilmu, dan selalu dekat dengan para ulama serta guru-guru agama. Jangan ragu untuk belajar dan meminta nasihat dari mereka.
Para guru dan pembina pun memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing generasi muda. Sebelum menyampaikan ilmu, hendaklah memastikan bahwa yang diajarkan adalah kebenaran. Karena setan dari kalangan jin maupun manusia senantiasa berupaya menyesatkan manusia, terutama para pemuda. Maka tiada jalan keselamatan kecuali dengan memperkuat iman dan menuntut ilmu yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW.
Khutbah Jumat Kedua
Kaum muslimin yang dirahmati Allah,
Bertakwalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena takwa adalah sebaik-baik bekal di dunia dan akhirat. Masa muda adalah masa kekuatan, tetapi kekuatan itu harus disertai dengan kasih sayang dan kelembutan terhadap sesama.
Allah SWT berfirman:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ
“Maka disebabkan rahmat dari Allah engkau bersikap lemah lembut kepada mereka. Seandainya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, niscaya mereka akan menjauh darimu.” (QS. Ali ‘Imran: 159)
Karena itu, hendaklah para pemuda selalu menghiasi diri dengan akhlak yang baik. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إِنَّ مِن خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلَاقًا
“Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” (Muttafaqun ‘Alaih)
Beliau juga bersabda:
مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِي مِيزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ
“Tidak ada amalan yang lebih berat timbangannya pada hari kiamat daripada akhlak yang baik.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ
“Seorang mukmin dapat mencapai derajat orang yang rajin berpuasa dan shalat malam karena akhlaknya yang baik.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.” (HR. Ath-Thabrani)
Karenanya, janganlah menyakiti teman, tetangga, guru, ataupun orang tua. Sebab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
المسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Muslim sejati adalah yang kaum muslimin lainnya selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan dalam hadits lain, beliau bersabda:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari)
Khutbah ini menjadi pengingat bagi seluruh umat, khususnya generasi muda Islam, bahwa kekuatan sejati seorang pemuda bukan terletak pada fisik atau harta, melainkan pada iman, ilmu, dan akhlak mulia.
Di tengah tantangan zaman, hanya pemuda yang berpegang pada nilai-nilai Islam yang akan mampu menjadi penerus bangsa dan agama dengan penuh kemuliaan. (gwn)
Load more