Sudah Ditembak dan Dibacok tapi Selalu Selamat dari Maut, Punya Ilmu Kebal? Ternyata Hercules Sering Lakukan…
- Julio Trisaputra-tvOne
tvOnenews.com - Ketua umum Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Hercules kembali menjadi perbincangan publik.
Belum lama ini, Hercules terlibat perseteruan dengan Purnawirawan TNI, Sutiyoso dan Gatot Nurmantyo.
Awalnya, Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso sempat menyinggung soal ormas dan premanisme.
Tak terima dengan pernyataan tersebut, Hercules atau Rosario de Marshall berseteru dengan Sutiyoso dan menyebutnya ‘sudah bau tanah’.
Namun, dirinya sudah meminta maaf secara terbuka kepada mantan Wakil Komandan Jenderal Kopassus itu.
- Kolase tvOnenews.com / Antara
Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo menanggapi perseteruan tersebut dengan menyebut hercules sebagai ‘Preman berbaju Ormas’.
Mungkin masih banyak yang belum mengenal Hercules, sosok mantan preman legendaris yang sempat menguasai wilayah Tanah Abang pada tahun 1980an hingga 1996 ini sangat ditakuti oleh banyak orang.
Pria asal Timor Timur ini telah bertaubat dan menjadi ‘Preman Pensiun’, kini dirinya menjadi Ketua Umum dari Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya.
Kisah kehidupannya sangat menarik, bahkan masih banyak yang belum diketahui oleh publik ketika dirinya masih menjadi seorang preman legendaris.
Hercules Pernah Ditembak dan Dibacok
Dilansir tvOnenews.com dari tayangan YouTube Gus Miftah Official, Hercules menceritakan kisahnya saat masih menjadi preman. dirinya pernah ditembak dan dibacok namun kini masih tetap hidup.
Awalnya, Maung Hercules pernah menjadi seorang gelandangan, tetapi memiliki penghasilan hingga di atas Rp1 juta per malam pada tahun 90 an.
Kala itu dirinya dipercaya menjadi penjaga di area judi kawasan bongkaran, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
“Karena memang daerah lembah hitam ini tinggal tergantung kitanya aja, kalau berani mati ya. Lembah hitam ini macam-macam, ada judi, tempat minuman-minuman, termasuk prostitusi,” ungkap Hercules pada tayangan YouTube Gus Miftah Official.
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Hercules mengaku saat itu hampir setiap malam selalu ada orang yang menjadi korban tewas akibat perkelahian.
Gus Miftah menanyakan pengalaman Maung Hercules yang tidak pernah terlupakan saat malam itu.
“Pengalaman apa di dunia malam waktu itu yang tidak bisa dilupakan?” tanya Gus Miftah.
‘Preman Pensiun’ itu menjawab dirinya pernah dikeroyok oleh puluhan orang hingga terjadi peristiwa pembacokan setiap malam.
Bahkan Hercules pernah ditembak dalam jarak satu meter dengan enam peluru mengenai mata kanannya.
“Pengeroyokan, pembacokan, hampir setiap malam. Pernah ditembak satu meter dengan beberapa peluru,” ujarnya.
Tak hanya sekali, bahkan Hercules mengaku dirinya pernah ditembak beberapa kali.
“Tapi itu bukan sekali ya, ada beberapa kali. Termasuk salah satu mata yang sebelah kanan itu, cuman tembakan 6 peluru,” katanya.
“Ditembak itu ada tiga kali beda-beda tempat. Tapi Alhamdulillah mungkin saya masih dilindungi,” lanjutnya.
Karena merasa heran, Gus Miftah menanyakan alasan kepada Hercules mengapa dirinya pernah dibacok hingga ditembak berkali-kali namun tidak mati.
“Dibacok berkali-kali, ditembak berkali-kali, kenapa kok maung nggak mati? Ilmunya apa?” tanya Gus Miftah.
Tak disangka, jawaban Hercules ini pun membuat Gus Miftah terkagum.
“Mungkin waktunya belum tiba,” tandasnya.
- Tangkapan Layar
Amalan Hercules hingga Rezeki Melimpah
Mantan penguasa Tanah Abang ini pernah mengungkapkan amalan yang sering dilakukannya bersama sang istri.
Selama ini Hercules akui kerap menyantuni anak yatim piatu serta memberangkatkan sejumlah orang untuk ibadah Umrah ke Tanah Suci.
“Sudah 17 tahun tidak pernah putus dengan anak-anak yatim, saya bawa orang dan uang halal, bukan uang haram. Kalau ada uang haram, laporkan ke pak polisi,” ujar Hercules.
Bahkan di hadapan Gus Miftah, ia mengaku sebagian hartanya disisihkan untuk diberikan kepada kaum dhuafa serta sering melakukan ibadah bersama dengan sang istri.
“Setiap minggu, saya sama istri sering puasa. Bukan Senin Kamis, tapi Senin, Selasa, Rabu, Kamis, 4 hari full. Nah hari kamisnya menutup puasa makan bareng anak yatim,” katanya.
“Kalau Ramadhan itu anak yatim bisa ribuan, kaum dhuafa juga jumlahnya sama,” pungkasnya. (kmr)
Load more