Suami Kasih Semua Gaji Bulanan ke Istri? Ulama ini Justru Bilang: Laki-laki itu...
- iStockPhoto
tvOnenews.com - Dalam menjalani kehidupan rumah tangga, kebiasaan suami memberikan seluruh gaji bulanannya kepada istri dianggap sebagai bentuk tanggung jawab dan kepercayaan.
Namun, pandangan menarik datang dari seorang ulama yang justru mengingatkan, ada hal penting yang harus tetap dipahami laki-laki dalam soal nafkah.
Lantas, seperti apa? Simak penjelasan selengkapnya.
- Pexels/Photo By: Kaboompics.com
Fenomena suami menyerahkan seluruh gaji bulanan ke istri jadi sorotan pendakwah sekaligus praktisi kesehatan, dr Zaidul Akbar.
Lewat tayangan di kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official, ia menyampaikan pandangan tajam soal peran laki-laki dalam rumah tangga, terutama soal urusan keuangan.
“(Kenapa suami) gak bisa ambil keputusan. Sampe urusan pulsa aja ‘tolong kirimi pulsa Abi’. ‘Umi, Abi habis pulsanya, tolong kirimi pulsa’,” ucap dr Zaidul Akbar.
Menurut dr Zaidul Akbar, menyerahkan semua penghasilan kepada istri atas nama cinta justru membuat posisi laki-laki melemah dalam memimpin rumah tangga.
“Kau ini, atas nama cinta dan kasih sayang, gaji satu bulan kasih semua ke istri. Jadi kehidupan keuangannya yang ngatur istrinya,” tambahnya.
- Tangkapan Layar YouTube dr Zaidul Akbar Official
Ia pun memberikan pesan langsung kepada para ibu-ibu agar tidak sepenuhnya memegang kendali keuangan.
Menurutnya, suami tetap harus berperan untuk mengelola keuangan keluarga.
“Sekarang saya kasih tau ibu-ibu, balikin semua uang bulanan ke suami. Saya tau kau akan suudzon, nanti suamiku kawin lagi, kan? Gak gitu juga. Makanya jantungan, suudzon terus,” ujar dr Zaidul Akbar.
Penulis buku Jurus Sehat Rasulullah (JSR) ini menyarankan agar istri menyampaikan anggaran bulanan secara terbuka, sementara suami tetap pegang kendali penuh atas pengelolaan uang.
“Abi, abang, mas, anggaran saya satu bulan begini begini, kasih saya begini. Kalau mau kasih uang tunjangan kepatuhan biar bisa bla bla bla kasih aja. Tapi mulai sekarang, urus keuangan rumah tangga ini sendiri. Itu keren suami seperti itu,” katanya.
Zaidul juga mengutip ucapan seorang mualim yang menyebut bahwa laki-laki yang menyerahkan seluruh gaji kepada istri adalah laki-laki "dungu”.
“Kalau Anda baca, ada buku saya lupa judulnya. Tapi kalau saya ngomong gini jangan tersinggung ya, bapak-bapak terutama. Termasuk yang nonton jangan tersinggung, karena ini kan nanti diposting,” ujarnya.
“Kata penulis mualimnya dia bilang gini, ‘itu laki-laki yang menyerahkan semua hasil kerjaan dia atau gaji dia sebulan kepada istrinya, untuk istrinya yang urus dan atur semua, itu laki-laki dungu.' Kata mualimnya, bukan saya,” pungkas dr Zaidul Akbar menegaskan. (hnf)
Load more