Benarkah Malam Jumat Waktu Terbaik Berhubungan Suami Istri? Ternyata Menurut Hadist yang Benar…
- Pixabay
tvOnenews.com - Hubungan suami istri pada malam Jumat sering kali dikaitkan dengan istilah sunnah Rasul.
Banyak masyarakat Indonesia yang meyakini bahwa melakukan hubungan intim di malam Jumat bisa mendatangkan pahala karena dianggap mengikuti jejak Rasulullah SAW.
Keyakinan ini telah menyebar luas, hingga dianggap sebagai bagian dari amalan yang dianjurkan dalam Islam.
Namun, benarkah malam Jumat memang waktu terbaik bagi pasangan suami istri untuk berhubungan intim?
Apakah ada dasar hadist atau dalil yang mendukung anggapan tersebut?
Dalam sebuah ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat memberikan penjelasan yang cukup mendalam mengenai isu yang sering dibicarakan ini.
Ustaz Adi menegaskan bahwa tidak ada hadist atau ayat Al-Qur’an yang secara khusus menyebut bahwa malam Jumat adalah waktu yang diutamakan untuk berhubungan suami istri.
“Sepanjang pengetahuan kami tidak ada satu hadits pun atau bahkan ayat Al-Qur'an pun yang mengkhususkan misalnya hubungan suami istri di hari-hari tertentu dan malam-malam tertentu,” kata Ustaz Adi Hidayat dikutip dari kanal YouTube Adi Hidayat Official.
Dengan penjelasan ini, maka anggapan bahwa malam Jumat adalah waktu istimewa untuk hubungan suami istri tidak memiliki dasar kuat dari hadist yang sahih.
Meski demikian, ada beberapa pendapat yang menyebutkan bahwa waktu sebelum salat Jumat dianggap membawa pahala jika digunakan untuk bersuci atau mandi besar setelah berhubungan.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:
"مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَغَسَّلَ ، وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ ، وَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ ، كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا أَجْرُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا"
Artinya: “Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat (dengan membasuh kepala dan anggota badan lainnya), membuat mandi, pergi di awal waktu, mendapati khutbah pertama, mendekat pada imam, mendengar khutbah, serta diam, maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa dan salat setahun,” (HR Tirmidzi).
Menurut Ustaz Adi Hidayat, hadist ini sering kali disalahartikan oleh sebagian masyarakat sebagai anjuran untuk berhubungan intim malam Jumat, padahal makna yang sebenarnya adalah tentang pentingnya bersuci menjelang ibadah salat Jumat.
“Jadi hadits ini ingin mengatakan ‘Hei bagi suami istri yang ada hasrat tiba-tiba ingin berhubungan seksual tepat di hari Jumat, silakan saja, tapi sebelum berangkat mandi dulu,” jelasnya.
Selain itu, Ustaz Adi Hidayat juga menyampaikan bahwa hubungan suami istri diperbolehkan di malam bulan Ramadan, asalkan tidak mengganggu waktu ibadah.
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 187:
"Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar...”
Ayat ini secara tegas menjelaskan bahwa hubungan suami istri di malam hari selama bulan Ramadan diperbolehkan, selama dilakukan di luar waktu-waktu ibadah wajib.
Terakhir, dalam ceramahnya, Ustaz Adi mengingatkan bahwa sunnah di malam Jumat bukan hanya soal hubungan suami istri.
Ada banyak amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan umat Islam sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW.
“Sunnah membaca Al Kahfi, sunnah baca shalawat, Yasinan, hidupkan malam,” tutup Ustaz Adi Hidayat.
Dengan demikian, meskipun tidak ada hadist yang secara eksplisit menyebut malam Jumat sebagai waktu yang utama untuk berhubungan intim, umat Islam tetap dianjurkan untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh kasih, sakinah, dan tetap dalam koridor syariat. (adk)
Load more