20 Contoh Akhlak Mulia dalam Agama Islam, Kunci Dikepung Pahala Seluas Samudera dari Segala Arah
- Istockphoto
tvOnenews.com - Akhlak mulia sejatinya menjadi bagian salah satu inti dari ajaran Islam. Umat Muslim bahwasanya tidak hanya mengutamakan urusan ibadah, tetapi juga dari keluhuran bagaimana bisa menjaga akhlaknya.
Dikutip dari buku Musnad Ahmad karya Ahmad bin Hanbal, Rasulullah SAW mendapat tugas dari Allah SWT agar menyebarkan akhlak mulia kepada umat manusia, selain tentang ajaran agama Islam.
Hal ini sebagaimana dalam salah satu redaksi hadis riwayat dari Imam Ahmad terkait menjunjung tinggi betapa pentingnya akhlak mulia, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad, no. 8729).
Melalui akhlak mulia, seorang hamba dapat meraih pahala tak terputus yang mengalir seluas samudera dan datang dari segala penjuru.
Terlebih lagi, pahala yang mengalir atas keutamaan dari akhlak mulia akan dibawa sampai ke akhirat.
Oleh karena itu, tvOnenews.com akan membahas dan membagikan setidaknya ada 20 contoh akhlak mulia dalam Islam. Jika menerapkan aspek tersebut, menjadi kunci menuju keridhaan Allah.
20 Contoh Akhlak Mulia dalam Islam

- iStockPhoto
Dilansir dari Quran Kementerian Agama RI dan berbagai sumber lainnya, umat Muslim bisa menerapkan 20 contoh akhlak mulia yang ditekankan dalam agama Islam sebagai berikut:
1. Jujur (Siddiq)
Kejujuran adalah fondasi kepercayaan. Allah memerintahkan untuk berkata benar dalam segala keadaan. Hal ini telah dijelaskan dalam Surat Al-Ahzab Ayat 70, Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar." (QS. Al-Ahzab: 70).
2. Amanah
Salah satu bagian akhlak mulia adalah menjaga amanah sebagai bentuk tanda keimanan, Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak beriman orang yang tidak bisa dipercaya." (HR. Ahmad, no. 12549).
3. Sabar
Sabar adalah kekuatan sejati, baik dalam musibah maupun ibadah, sebagaimana dalam keterangan dalil Al-Quran dari Surat Al-Baqarah Ayat 153, Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153).
4. Syukur
Umat Muslim wajib bersyukur atas kehidupan yang telah dijamin oleh-Nya. Perintah ini diabadikan dalam Surat Ibrahim Ayat 7, Allah SWT berfirman:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Artinya: "(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras." (QS. Ibrahim: 7).
5. Tawadhu’ (Rendah Hati)
Dalam Hadis Riwayat Imam Muslim Nomor 2588, rendah hati meningkatkan derajat seseorang di sisi Allah SWT. Dengan cara menanamkan kerendahan hati, maka sudah menerapkan akhlak mulia.
6. Ikhlas
Keikhlasan menjadi aspek terpenting dalam menerima keadaan apa pun. Terutama saat membicarakan tentang takdir harus ikhlas agar mendapat ridho dari Allah SWT.
Dalam dalil Al-Quran dari Surat Al-Bayyinah Ayat 5, Allah SWT berfirman:
وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ
Artinya: "Mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif (istikamah), melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus (benar)." (QS. Al-Bayyinah, 98:5).
7. Berbaik Sangka (Husnudzon)
Dalam Surat Al-Hujurat Ayat 12, agama Islam mengajarkan untuk menghindari prasangka buruk. Ada pun bunyi redaksi dari ayat tersebut, seraya Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujurat, 49:12).
8. Pemaaf
Sejatinya sebagai seorang hamba, Allah SWT mencintai orang yang suka memaafkan. Hal ini tertuang dalam Surat Ali Imran Ayat 134, Allah SWT berfirman:
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ
Artinya: "(yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. Ali Imran: 134).
9. Dermawan
Sedekah tidak mengurangi harta, justru menambah keberkahan. Hal ini berdasarkan dari redaksi hadis riwayat Imam Muslim Nomor 2588 terkait keistimewaan mengerjakan amal sedekah akan meraih rezeki seluas samudera.
10. Adil
Salah satu aspek lainnya dari akhlak mulia adalah berlaku adil sebagai cara menjalankan perintah langsung dari-Nya, Allah SWT berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat." (QS. An-Nahl: 90).
11. Menepati Janji
Dalam tafsir Surat Al-Mu'minun Ayat 8, menepati janji adalah ciri mukmin sejati, Allah SWT berfirman:
وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ ۙ
Artinya: "(Sungguh beruntung pula) orang-orang yang memelihara amanat dan janji mereka." (QS. Al-Mu'minun, 23:8).
12. Toleransi (Tasamuh)
Toleransi menjaga keharmonisan hidup. Dalam Surat Al-Kafirun Ayat 6 selalu menjadi acuan bagi umat Muslim saat berurusan dengan seputar agama. Begini redaksinya, Allah SWT berfirman:
لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ࣖ
Artinya: "Untukmu agamamu dan untukku agamaku." (QS. Al-Kafirun: 6).
13. Santun dalam Bicara
Melalui tafsir Surat Al-Isra Ayat 53, agama Islam mengajarkan bagaimana bisa menempatkan diri saat berbicara dengan lembut dan sopan, Allah SWT berfirman:
وَقُلْ لِّعِبَادِيْ يَقُوْلُوا الَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ كَانَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِيْنًا
Artinya: "Katakan kepada hamba-hamba-Ku supaya mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (dan benar). Sesungguhnya setan itu selalu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia." (QS. Al-Isra, 17:53).
14. Kasih Sayang
Rasulullah SAW bersabda: "Allah tidak menyayangi orang yang tidak menyayangi sesama." (HR. Bukhari, no. 6013).
15. Berbakti kepada Orang Tua
Akhlak mulia yang paling istimewa adalah bagaimana cara menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Dalam hadis riwayat, Rasulullah SAW bersabda:
"Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua." (HR. Tirmidzi, no. 1899).
16. Mudah Memaafkan Kesalahan Orang
Dalam Hadis Riwayat Imam Bukhari Nomor 2731, Rasulullah SAW dikenal sebagai pemaaf, bahkan kepada musuhnya.
17. Ramah dan Murah Senyum
Sikap yang ramah dan menebarkan murah senyum juga menjadi bagian dari akhlak mulia, Rasulullah SAW bersabda:
"Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah." (HR. Tirmidzi, no. 1956).
18. Menolong Sesama
Sebagai umat manusia, kita telah diajarkan oleh Allah SWT agar di dalam kehidupan selalu tolong-menolong. Hal ini akan menciptakan kebersamaan saat membantu orang yang kesusahan.
19. Menahan Amarah
Melalui Hadis Riwayat Imam Bukhari Nomor 6114, orang kuat tidak hanya selalu pintar bergulat atau berantem satu lawan satu, tetapi juga mampu menahan atau mengontrol emosinya.
20. Mendoakan Orang Lain
Agama Islam mengajarkan umat Muslim tidak hanya melantunkan doa untuk diri sendiri, melainkan memberikan doa kepada orang lain.
Ibaratnya, orang yang mendoakan orang lain sama saja telah memanfaatkan doa untuk diri sendiri.
Oleh karena itu, akhlak mulia tidak sekadar memperindah hubungan antar manusia, melainkan sebagai cara mendapat sumber pahala yang sifatnya abadi dan selalu mengalir dari berbagai arah hingga seorang manusia meninggal dunia.
Rasulullah SAW adalah teladan utama dalam berurusan akhlak mulia. Sebab, kehadiran Nabi SAW memang diutus agar memberikan kesempurnaan akhlak kepada umat manusia khususnya umat Islam.
Marilah kita berlomba-lomba menghiasi diri dengan akhlak mulia, agar menjadi pribadi yang dicintai Allah dan berhak atas surga-Nya yang abadi.
(hap)
Load more