Hukum Mencium Hajar Aswad saat Haji atau Umrah Sebenarnya Wajib atau Tidak? Buya Yahya Jelaskan kalau itu...
- Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV
Terlepas dari itu, Hajar Aswad menunjukkan simbol yang begitu kuat membuktikan adanya kebesaran dan keagungan diperlihatkan oleh Allah SWT di bumi.
Umat Muslim yang mencium Hajar Aswad dianggap mendapatkan keutamaan besarnya, antara lain memperoleh pahala, mengingat atas dosa dan maksiat, bak bersalaman dengan Allah SWT.
Kemudian, keutamaan lainnya juga menunjukkan seorang hamba tengah bertunduk dan tawadhu atau merendahkan diri kepada Allah SWT.
Lebih lanjut, Buya Yahya menerangkan dari fenomena mencium Hajar Aswad selalu dikejar oleh umat Muslim berangkat melalui kisah Sayyidina Umar Bin Khattab RA.
"Sayyidina Umar pun menciumnya. Di saat beliau mencium batu, dia berkata 'Hey batu, engkau adalah batu yang tidak membahayakan dan tidak bermanfaat. Kalau bukan aku melihat engkau dicium Baginda, maka engkau tidak akan aku cium'," jelas Buya Yahya sambil mengutip ucapan Umar Bin Khattab RA.
Kisah Umar Bin Khattab berbicara dengan batu Hajar Aswad diabadikan oleh Imam Al-Ghazali melalui kitab Ihya Ulumiddin.
Dikutip dari NU Online Islam, dalam hadis riwayat Imam Bukhari, berikut kisah Umar Bin Khattab berbicara dengan Hajar Aswad:
أنَّهُ جَاءَ إلى الحَجَرِ الأسْوَدِ فَقَبَّلَهُ، فَقالَ: إنِّي أعْلَمُ أنَّكَ حَجَرٌ، لا تَضُرُّ ولَا تَنْفَعُ، ولَوْلَا أنِّي رَأَيْتُ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يُقَبِّلُكَ ما قَبَّلْتُكَ.
Artinya: "Sesungguhnya Rasulullah saw mendatangi Hajar Aswad dan menciumnya, Umar bin Khattab kemudian berkata (kepada Hajar Aswad), ‘Sungguh aku tahu bahwa kau hanya batu, tidak bisa memberikan mudarat dan manfaat. Sungguh, andai aku tidak melihat Nabi saw menciummu, niscaya aku pun tidak akan menciummu!." (HR. Bukhari).
Melalui hadis riwayat ini, Buya Yahya menganggap bahwa, tidak ada keharusan dalam mencium Hajar Aswad, baik saat ibadah haji maupun umrah di Tanah Suci.
Load more