News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ngaku Punya Keturunan Jawa, Dua Pemain Asal Jepang ini Bersikeras Ingin Bela Timnas Indonesia dan Sebut Penganut Agama Islam

Dua pemain asal Jepang ini merupakan sosok kembar sibuk di J-League. Impiannya ingin membela Timnas Indonesia dan mereka menganut agama Islam karena dari Jawa.
Minggu, 13 April 2025 - 10:22 WIB
Riku Matsuda dan Riki Matsuda, pemain asal Jepang ingin memperkuat Timnas Indonesia
Sumber :
  • Kolase Instagram/@riku_matsuda_02_official/@riki_matsuda_official

Riki Matsuda pernah membela Rissho USHS, Biwako Seikei, Nagoya Grampus, JEF United Chiba, Avispa Fukuoka dan Ventforet Kofu sebelum bermain bersama Riku di Cerezo Osaka.

Melalui perjalanan panjang Riki Matsuda dan Riku Matsuda selama di J-League. Keduanya pernah bercerita seputar asal-usul keluarganya dalam suatu sesi wawancara eksklusif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemain Asal Jepang yang Mau Bela Timnas Indonesia

Disadur dari kanal YouTube J-League Internasional, Minggu (13/4/2025), Riki Matsuda dan Riku Matsuda berbincang bersama presenter dalam podcast J-League.

Riki Matsuda dan Riku Matsuda berbicara tentang karier, silsilah keluarga, dan seputar kepercayaan maupun spiritualnya masing-masing.

Dengan semangatnya, presenter J-League itu langsung bertanya tentang keinginan Riki Matsuda dan Riku Matsuda apakah ingin membela Timnas Indonesia.

Sang presenter menanyakan hal tersebut karena ayah Riki Matsuda dan Riku Matsuda berasal dari keluarga Muslim di Jawa.

Riku Matsuda selaku adik dari Riki Matsuda mengaku sebenarnya tidak begitu paham terhadap sepak bola di Indonesia, meskipun ada hasrat bisa menjadi bagian skuad Garuda.

"Kalau bisa ingin mencoba. Tetapi saya belum tau level persepakbolaan di Indonesia. Selain itu, memang bisa bermain di Timnas (Indonesia)," kata Riku Matsuda.

Terlebih lagi, Riku Matsuda dan Riki Matsuda mencantumkan logo bendera Merah Putih dalam bio akun Instagram masing-masing. 

Riki dan Riku pernah bercerita kepada jurnalis Goal Jepang, Hisashi Oda bahwa, keduanya terkejut terhadap antusias pecinta sepak bola Indonesia.

Sejak menyematkan bendera Merah Putih, pecinta sepak bola Indonesia langsung mengajak mereka agar memperkuat Timnas Indonesia dan follower Instagram kedunya naik pesat.

Riku memahami kalau membela Timnas Indonesia tidak mudah karena harus tetap mengikuti prosedur yang berlaku, yakni wajib berada di Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Harus beberapa tahun di sana dulu baru bisa. Ya, kalau memang bisa saya ingin coba juga," ucap Riku Matsuda.

Sementara, Riki Matsuda senada dengan ucapan Riku Matsuda apabila ingin membela Timnas Indonesia harus membutuhkan waktu selama 5 tahun agar bisa berpindah kewarganegaraan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT