GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Mualaf Hanny Tan, Masuk Agama Islam usai Cium Aroma Semerbak Janggut Nabi Muhammad SAW di Museum Topkapi

Hanny Tan, wanita cantik ini menjadi mualaf dan memeluk agama Islam hanya perkara mencium aroma harum janggut milik Nabi Muhammad SAW di Museum Topkapi, Turki.
Senin, 7 April 2025 - 17:49 WIB
Hanny Tan ceritakan kisah perjalanan mualaf
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Dondy Tan

tvOnenews.com - Masih ingat kisah mualaf Hanny Tan? Wanita cantik ini memeluk agama Islam setelah melihat janggut milik Nabi Muhammad SAW.

Detik-detik Hanny Tan mantap menjadi seorang mualaf setelah mencium aroma harum semerbak janggut Nabi Muhammad SAW yang diletakkan di Museum Topkapi, Turki.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lantas, seperti apa kisah Hanny Tan memutuskan mualaf? Simak penjelasannya di bawah ini!

Mualaf setelah Tour ke Museum Topkapi

Hanny Tan
Hanny Tan
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Dondy Tan

 

Dalam suatu kesempatan, Hanny Tan menyempatkan hadir untuk saling berbincang di podcast YouTube milik Dondy Tan. Ia menceritakan kisah spiritualnya sebelum memeluk agama Islam.

Sebelum menjadi Muslimah, Hanny Tan mengatakan kalau ia dahulu sama sekali tidak mengetahui tentang agama Islam.

Dalam suatu waktu, Hanny Tan merasa hidupnya sangat hampa dan bosan, sehingga ia membutuhkan jalan-jalan untuk mencari udara segar.

Hanny kemudian akhirnya bersua dengan salah satu temannya yang berprofesi sebagai tour guide. Kebetulan Hanny mendapat informasi kalau temannya itu akan melakukan perjalanan jauh ke Turki.

"Yaudah intinya aku pengin ngilangin stress gitu, gue ikut aja. Akhirnya jalan-jalan ke Turki, aku di bawa ke tempatnya, kalau orang bilang ‘janggutnya nabi Muhammad’," ungkap Hanny Tan dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Dondy Tan, Senin (7/4/2025).

Selepas itu ia tour ke Turki bersama temannya yang kebetulan sedang bertugas mengantarkan wisatawan menuju Museum Topkapi.

Akan tetapi, ia saat itu tidak mengenakan hijab lantaran masih non-Muslim. Namun, hal tersebut tak melunturkan semangatnya jalan-jalan sekaligus melihat barang-barang antik di Museum Topkapi.

Terlebih lagi, petugas di Museum Topkapi sangat menghargai pengunjung, sehingga Hanny Tan merasa nyaman dan betah melihat benda di sana, salah satunya jenggot milik Nabi Muhammad SAW.

"Sangat menghormati setiap mereka lewat selalu ada bacaan. Di situ Hanny coba masuk sebenArnya agak merinding sih karena harumnya khas, harum banget," jelasnya.

Hanny merasa terkejut mengapa jenggot yang bertahun-tahun disimpan masih sangat wangi, seolah-olah seperti bukan benda yang umurnya telah lama.

"Hanny coba cium dan itu benar, wangi. (Saat mencium jenggot) hati Hanny tenang sih, kepala Hanny bertanya-tanya ini siapa ya kok sebegitunya dihargai, sebegitunya dimuliakan," tuturnya.

Hanny saat itu merasa bersalah dan coba meminta maaf sendiri, dengan dalih tidak menggunakan hijab saat melihat jenggot Nabi Muhammad SAW dan berkeliling di Museum Topkapi.

Menurutnya, ia sangat tidak sopan terkhusus dari segi pakaiannya yang terbuka, tanpa menutup aurat di bagian kepalanya hanya perkara tak mengenakan hijab.

"Siapa pun kamu saya memohon maaf jika kedatangan saya kesini kurang layak. Pakaian saya kurang layak, rambut saya pun tidak ditutup," tuturnya.

Selepas melihat jenggot Nabi Muhammad SAW, ia menyempatkan diri untuk menyambangi tempat wisata lain, termasuk tempat istirahat atau makam Bunda Maria.

Ketika di makam Bunda Maria, ia mengaku tidak menemukan keistimewaan apa pun ketimbang saat mengunjungi Museum Topkapi di mana ia mencium aroma semerbak jenggot Nabi Muhammad SAW.

"Akhirnya kita keliling lagi, di situ saya masih terkesan gitu kan, kok di sini indah banget," imbuhnya.

"Tempatnya aja udah bisa bawa damai gitu buat aku. Itu baru pertama kali aku temuin indahnya di situ," sambungnya.

"Tapi tempat lain enggak berkesan. (Yang berkesan) tempat Nabi Muhammad itu," tambahnya lagi.

Hanny Tan Putuskan Mualaf setelah 3 Tahun

Hanny mulanya tidak mengetahui sosok yang memiliki jenggot harum tersebut. Terlebih lagi, setiap umat Muslim sangat menyanjung dan mengidolakan orang itu.

Setelah tiga tahun sejak tour ke Turki, Hanny Tan akhirnya mulai mempelajari seputar ajaran agama Islam, walaupun sempat terhenti dengan dalih sibuk mengurusi pekerjaannya.

Hanny kembali mempelajari agama Islam karena sering bercengkrama dengan rekan-rekannya yang menganut agama Islam pada 2020 lalu.

Hanny mempelajari ajaran agama Islam melalui berbagai tayangan, seperti platform YouTube dan sebagainya, meskipun mulanya berasumsi syariat dalam Islam dianggap sangat ribet.

Hanny telah mengetahui kalau umat Muslim wajib menunaikan ibadah shalat lima waktu setiap hari. Akan tetapi, hal tersebut tidak melunturkan niatnya terus menggali ajaran agama Islam.

Siapa sangka, berbagai tayangan ceramah melalui YouTube Ustaz Adi Hidayat, Buya Yahya, dan Ustaz Abdul Somad juga membuat ia terus memperdalam ilmu agama Islam.

"Aku belajar dari mereka tapi di situ aku belum melakukan apa pun karena belum siap dan berat ke keluarga," tuturnya.

Salah satu yang membuat ia sangat menelaah tentang ajaran agama Islam ketika menonton ceramah Zakir Naik melalui akun YouTube khususnya. Bagi ia, setiap penyampaiannya sangat masuk akal.

"Aku tonton semuanya, tapi menurut aku semuanya masuk akal sih. Sesuai logika juga, segala sesuatu yang diucapkan itu mendasar, ada dasarnya," tandasnya.

Alhasil, Hanny Tan memutuskan mualaf pada 11 November 2022 setelah ia telah mempelajari tata cara Wudhu, shalat, membaca Al-Quran, dan sebagainya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak mualaf, Hanny Tan sibuk mempelajari tentang agama Islam bersama salah satu pihak Mualaf Center Aya Sofya, Etika Nur dari Januari hingga November.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Laporan 43 Polisi Lakukan Pemerasan Dilimpahkan ke Korsup, ICW Singgung Potensi Konflik Kepentingan di KPK

Laporan 43 Polisi Lakukan Pemerasan Dilimpahkan ke Korsup, ICW Singgung Potensi Konflik Kepentingan di KPK

ICW bersama Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) sebelumnya melaporkan kasus pemerasan oleh oknum polisi ke KPK pada 23 Desember 2025
Polisi Amankan Sejoli Pengemudi Calya Hitam yang Lawan Arus hingga Tabrak Sejumlah Kendaraan di Sawah Besar

Polisi Amankan Sejoli Pengemudi Calya Hitam yang Lawan Arus hingga Tabrak Sejumlah Kendaraan di Sawah Besar

Polisi amankan pengemudi dan penumpang mobil Calya hitam usai lawan arah menabrak sejumlah kendaraan hingga diamuk massa di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar
Media Belanda Sebut Patrick Kluivert Cocok dengan Ciri-ciri Calon Pelatih Timnas Belanda

Media Belanda Sebut Patrick Kluivert Cocok dengan Ciri-ciri Calon Pelatih Timnas Belanda

Nama Patrick Kluivert kembali mencuat ke publik. Setelah tak lagi menukangi Timnas Indonesia, mantan striker Belanda itu dirumorkan masuk radar calon pelatih ..
Puluhan Ribu BPJS Kesehatan Warga Masih Nonaktif, DPR Desak BPJS Percepat Proses Reaktivasi PBI

Puluhan Ribu BPJS Kesehatan Warga Masih Nonaktif, DPR Desak BPJS Percepat Proses Reaktivasi PBI

Komisi IX DPR RI menyoroti lambannya reaktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI), terkhusus di Jambi.
Program MBG Dipotong dari Anggaran Pendidikan, PDIP: Masih Banyak Sekolah Sangat Tidak Layak

Program MBG Dipotong dari Anggaran Pendidikan, PDIP: Masih Banyak Sekolah Sangat Tidak Layak

Ketua DPP PDIP M.Y. Esti Wijayati menyoroti kebijakan pemerintah yang memakai anggaran pendidikan untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Komite Protes Klausul di Perjanjian RI-AS, Ada Ancaman Serius untuk Ekosistem Pers Nasional

Komite Protes Klausul di Perjanjian RI-AS, Ada Ancaman Serius untuk Ekosistem Pers Nasional

Klausul yang menjadi sorotan serius KTP2JB dan insan pers nasional termuat dalam Lampiran III halaman 39 Pasal 3.3 tentang Persyaratan bagi Penyedia Layanan Digital.

Trending

Detik-detik Menegangkan Calya Hitam Lawan Arah di Jakpus Diamuk Massa, Tembakan Peringatan Polisi Tak Dihiraukan

Detik-detik Menegangkan Calya Hitam Lawan Arah di Jakpus Diamuk Massa, Tembakan Peringatan Polisi Tak Dihiraukan

Detik-detik menegangkan pengemudi mobil Toyota Calya berwarna hitam nyaris diamuk massa di kawasan Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).
Komite Protes Klausul di Perjanjian RI-AS, Ada Ancaman Serius untuk Ekosistem Pers Nasional

Komite Protes Klausul di Perjanjian RI-AS, Ada Ancaman Serius untuk Ekosistem Pers Nasional

Klausul yang menjadi sorotan serius KTP2JB dan insan pers nasional termuat dalam Lampiran III halaman 39 Pasal 3.3 tentang Persyaratan bagi Penyedia Layanan Digital.
Rekor Buruk Lawan Dortmund, Atalanta Butuh Keajaiban di Liga Champions!

Rekor Buruk Lawan Dortmund, Atalanta Butuh Keajaiban di Liga Champions!

Atalanta mengusung misi berat saat menjamu Borussia Dortmund pada leg kedua babak play-off Liga Champions. La Dea harus membalikkan defisit dua gol setelah tumbang 0-2 di Signal Iduna Park.
Program MBG Dipotong dari Anggaran Pendidikan, PDIP: Masih Banyak Sekolah Sangat Tidak Layak

Program MBG Dipotong dari Anggaran Pendidikan, PDIP: Masih Banyak Sekolah Sangat Tidak Layak

Ketua DPP PDIP M.Y. Esti Wijayati menyoroti kebijakan pemerintah yang memakai anggaran pendidikan untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Generasi Emas Timnas Indonesia di Depan Mata! Ini 11 Calon Pemain Naturalisasi Menuju Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030

Generasi Emas Timnas Indonesia di Depan Mata! Ini 11 Calon Pemain Naturalisasi Menuju Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030

Deretan pemain keturunan Eropa siap dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia. Generasi emas ini diyakini bisa membawa Garuda ke Asia dan Piala Dunia..
Jadwal Siaran Langsung Proliga 2026 Seri Sentul: Perjuangan Terakhir Megawati Hangestri Hingga Yolla Yuliana Sebelum Babak Final Four

Jadwal Siaran Langsung Proliga 2026 Seri Sentul: Perjuangan Terakhir Megawati Hangestri Hingga Yolla Yuliana Sebelum Babak Final Four

Jadwal siaran langsung Proliga 2026 seri Sentul, di mana Megawati Hangestri dan hingga Yolla Yuliana akan menjalani laga terakhirnya di babak reguler sebelum tampil di babak final four.
Wakil Kepala BGN Diduga Berkomentar Pedas ke Ketua BEM UGM yang Kritik MBG: Yang Orasi Menghasilkan Apa?

Wakil Kepala BGN Diduga Berkomentar Pedas ke Ketua BEM UGM yang Kritik MBG: Yang Orasi Menghasilkan Apa?

Baru-baru ini warganet dikejutkan dengan dugaan komentar pedas Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol Sony Sonjaya terhadap Ketua BEM UGM
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT