Pemain Naturalisasi Ini pernah Mendapatkan Gaji Cuma Sejuta, Akhirnya Putuskan Mualaf di Indonesia karena .....
- dok.tangkapan layar youtube Soccer77
Keputusan itu ia ambil setelah mengenal kultur dan kehidupan sosial Indonesia.
Tepat tahun 2014, Silvio Escobar mulai memahami sunat dan berniat mualaf.
Pemahamannya itu, sunat menakutkan karena ada bagian tubuhnya yang akan dipotong. Otomatis akan kehilangan alat kelamin.
"Tapi mungkin karena bahasa saya juga kurang bagus, mungkin saya salah paham, karena harus potong. Takut saya, jadi tahun 2014 tidak jadi," kata Silvio Escobar.
Mantap Jadi Mualaf
Berjalan satu tahun, tepat 2015 di Jakarta, mantan pemain Persija itu mantap mualaf usai mendapat penjelasan lengkapnya.
Informasi jelas dari seorang rekan lebih dulu jadi mualaf, ternyata yang dipotong hanya kulitnya.
"Jumat pagi saya bangun, saya sendiri jalan untuk sunat," kata pemain yang kini membela Dejan FC tersebut.
Barakaallah, setelah melalui berbagai proses, Escobar resmi menjadi WNI pada tahun 2020. Ia membuktikan cinta Tanah Air dengan mengajukan diri menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Di Indonesia saat pertama kali, Escobar juga mengenal tarkam. Dia sempat beberapa kali main tarkam dan mendapatkan penghasilan. (klw)
Load more