Bukan di Kantor Tapi Kata Buya Yahya Shalat Dhuha Itu Sebaiknya di Rumah, Karena …
- Ilustrasi/Freepik
tvOnenews.com - KH Yahya Zainul Maarif atau Buya Yahya mengingatkan agar seorang Muslim sebaiknya shalat dhuha di rumah bukan di kantor.
Shalat Dhuha adalah salah satu amalan sunnah yang dilakukan pada waktu pagi setelah matahari naik hingga sebelum waktu zawal atau tergelincir ke arah tengah hari.
Ada banyak keutamaan dari shalat dhuha ini, seperti membuka pintu rezeki, senilai ibadah haji dan umrah, mendapatkan penjagaan dari Allah SWT hingga pengampunan dosa.
Adapun dalil dari shalat dhuha adalah firman Allah SWT berikut ini.
وَالضُّحَىٰۙ وَاللَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
"Demi waktu Dhuha, dan demi malam apabila telah sunyi." (QS. Adh-Dhuha: 1-2)
Selain itu dalil shalat dhuha juga tercantum dalam hadis berikut ini:
Hadis riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
"Kekasihku (Rasulullah SAW) berwasiat kepadaku tiga hal yang tidak akan aku tinggalkan: (1) Puasa tiga hari setiap bulan, (2) shalat Dhuha, dan (3) shalat witir sebelum tidur." (HR. Bukhari dan Muslim)
Sementara untuk waktu shalat dhuha dapat dilakukan sejak matahari terbit hingga sesaat sebelum dzuhur. Namun dalam keseharian, banyak yang sudah beraktivitas sejak pagi yang membuat shalat dhuha tak bisa dilakukan di rumah.
Mengenai hal ini Buya Yahya menyarankan agar sebaiknya shalat dhuha lakukan di rumah, tentu ini bukan hukum mutlak.
Hal ini karena kata Buya Yahya semua shalat sunnah lebih bagus jika dilakukan di rumahnya.
“Lebih bagus dilakukan di rumahnya, kecuali shalat dhuha bagi yang saat itu ada di masjid,” ujar Buya Yahya dalam ceramahnya yang diunggah di kanal YouTube Al-Bahjah TV.
Maka alangkah baik saran Buya Yahya jika setelah shalat subuh seorang Muslim tetap berdiam di masjid.
“Lalu dhuhanya di masjid tak apa,” saran Buya Yahya.
Namun kata Buya Yahya menjelaskan bahwa itu adalah kaidah yang pertama. Sementara kaidah kedua adalah tergantung kenyamanan.
“Kaidah kedua yang paling nyaman bagi Anda, yang bisa mendorong kekhusyuk-an,” jelas Buya Yahya.
Load more