News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bingung Mau Buka Puasa Apa? Kata dr Zaidul Akbar Nggak Nasi Makan Buah Ini Juga Kaya Protein Bisa buat Tubuh ...

Ramadhan jadi salah satu momen tepat mendetoksifikasi tubuh secara alami. Namun detoksifikasi ini bisa berjalan dengan baik jika kita memberikan asupan makanan
Sabtu, 1 Februari 2025 - 22:00 WIB
Bingung Mau Buka Puasa Apa? Kata dr Zaidul Akbar Nggak Nasi Makan Buah Ini Juga Kaya Protein Bisa buat Tubuh ....
Sumber :
  • dok.tangkapan layar youtube

Jakarta, tvOnenews.com- Puasa Ramadhan bagi umat muslim menjadi kewajiban dilakukan selama kurang lebih 30 hari. Terbayangkan lebih utama itu menu buka dan sahurnya.

Ramadhan jadi salah satu momen tepat mendetoksifikasi tubuh secara alami. Namun detoksifikasi ini bisa berjalan dengan baik jika kita memberikan asupan makanan tepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

{{imageId:319231}} 

Ketika berbuka puasa ramadhan, sebagian besar masyarakat Tanah Air lebih memilih untuk mengonsumsi makanan 'kotor'. 

Seperti berlebihan manis, minyak dan sebagainya. Alhasil manfaat puasa untuk detoksifikasi tubuh tidak dirasakan.

Lantas, menu buka puasa ramadhan seperti apa yang baik? simak penjelasan dr Zaidul Akbar. 

Pendakwah sekaligus Praktisi Kesehatan, dr. Zaidul Akbar bakal memberikan tipsnya. Mengutip dari YouTube Sobat Herbal, Sabtu (1/2).

Disebut bisa pakai buah terjangkau dan enak ini. Rasanya manis dan legit. 

"Sebenarnya kita kalau makan di Ramadhan itu 3 butir, 5 butir kurma sama satu sendok madu dan air sudah cukup sampai ibadah Sahur, karena masih banyak energi tidak terpakai," katanya.

"Konsepnya Ramadhan dijadikan bulan yang tidak usah banyak makan, tapi makannya berkualitas. Ada proteinnya, vitamin, mineral, enzim," jelas dr Zaidul Akbar. 

Hal ini bila kita mampu berkaca pada Nabi Muhammad SAW, katanya.

Rasul dipahami berbuka puasa menggunakan kurma ruthob atau kurma basah. Hal itu juga bisa Anda terapkan. 

"Kalau enggak ada kurma kering. Tapi kalau mau cari keutamaan, cari kurma basah, karena itu masih full enzimnya. Pola makan yang mau kita perbaiki jangan harus ada nasinya ada tempenya, ikannya, telurnya bahkan kalau bisa diubah," imbuh dr Zaidul. 

Lebih lanjut, dr. Zaidul Akbar juga memberikan resep sederhana mampu membersihkan tubuh saat berbuka puasa menggunakan nanas, madu dan garam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nanas kasih madu 1 sendok makan. Setelah dikasih madu, kasih garam (bukan garam refinasi) dan diaduk. makan begini gak usah banyak yang terjadi 'kulkas' (pencernaan) Anda dibersihkan," pesan Praktisi Kesehatan itu.(klw)

Waallahualam 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT