News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Masih Ingat Lee Woon-jae Kiper Legenda Korea Selatan? Rekan Eks Pelatih Timnas Indonesia Akui Jadi Mualaf Efek Sempat...

Lee Woon-jae, kiper legenda Timnas Korea Selatan bahkan sahabat seperjuangan mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY) punya kisah perjalanan mualaf.
Kamis, 30 Januari 2025 - 20:32 WIB
Legenda kiper Timnas Korea Selatan, Lee Woon-jae
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube football story

tvOnenews.com - Kisah mualaf rekan mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong sekaligus kiper legenda Timnas Korea Selatan, Lee Woon-jae patut menjadi inspirasi.

Tak ayal, Lee Woon-jae yang menjadi kiper legenda terbaik Korea Selatan bahkan teman perjuangan Shin Tae-yong memutuskan mualaf karena melalui perjalanan panjang soal kebutuhan hidupnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai sahabat mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, Lee Woon-jae memiliki kisah menarik selain berstatus kiper legenda Korea Selatan juga tidak ragu menjadi mualaf.

Uniknya Lee Woon-jae memutuskan masuk agama Islam dan menyandang mualaf ketika dirinya menampilkan permainan terbaiknya pernah unjuk gigi di Piala Dunia.

tvonenews

Lee Woon-jae bersinar saat tampil di Piala Dunia 2002 sebelum resmi mualaf. Tak hanya itu, ia juga pernah membela Korea Selatan di Piala Dunia 1994, 2006, serta 2010.

Namun, masa emasnya benar-benar terjadi ketika tampil di Piala Dunia 2002. Meskipun Korea Selatan masih belum mampu mengalahkan Jerman.

Kebetulan kala itu Taeguk Warriors bisa menembus babak semifinal Piala Dunia 2002 saat di bawah naungan pelatih Guus Hiddink dan hanya mampu finish di posisi ke-4.

Momen ciamik Lee menunjukkan kemampuannya saat tendangan Joaquin Sanchez sebagai legenda Spanyol dan Real Betis mampu ditepis olehnya ketika menendang di kotak penalti.

Tak heran, sahabat Shin Tae-yong itu menyabet julukan disebut ebagai "Spider Hand" karena menjadi penyelamat gawang utama Korea Selatan pada eranya.

Dalam versi IFFHS periode abad ke-21, Lee sukses mendapat penobatan sebagai kiper Asia terbaik di dunia. Ini mengingat penampilan emasnya terjadi dari 2001 hingga 2011 silam.

Kiprahnya bersama Korea Selatan, Lee dan Shin Tae-yong pernah menjadi teman seangkatan. Meski Taeguk Warriors lebih dulu menggunakan jasa mantan pelatih Timnas Indonesia.

Kiper legenda Timnas Korea Selatan, Lee Woon-jae dan mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong
Kiper legenda Timnas Korea Selatan, Lee Woon-jae dan mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong
Sumber :
  • Kolase X/@KORFootballNews & AFC

 

Dua tahun kemudian setelah Shin Tae-yong memperkuat Korea Selatan, Lee Woon-jae akhirnya mendapat kesempatan berseragam untuk membela negaranya sendiri.

Merujuk dari data Transfermarkt, perbandingan penampilan Shin Tae-yong dan Lee tentu jauh berbeda. Kiper legenda Korea Selatan itu mencatatkan 131 pertandingan. Ada pun STY sapaan akrabnya, hanya mengoleksi 23 penampilan saja.

Bersama Korea Selatan, Stadion Jakabaring, Palembang menjadi saksi ketika Lee Woon-jae menjadi penyelamat negaranya saat menekuk Jepang lewat adu penalti dengan skor akhir 6-5.

Di tengah masa emasnya sampai berstatus kiper legenda Korea Selatan, mengingat Lee Woon-jae menyempatkan ucap dua kalimat syahadat pada 2004.

Lee mengakui kehidupannya sempat hilang arah, walaupun menjadi pesepak bola profesional dan populer berkat kiprahnya di Piala Dunia.

Setelah mualaf, kehidupan Lee mengalami perubahan drastis. Bahkan ia tidak ingin membuang kesempatannya untuk selalu menjaga ibadahnya sebagai kewajiban penganut agama Islam.

Lee yang telah berstatus Muslim selalu mengerjakan shalat Fardhu'. Pertandingan sepak bola tidak menghalanginya untuk beribadah.

Ia juga menyempatkan shalat Fardhu ketika menjalani aktivitas selain bermain sepak bola.

Rekan Shin Tae-yong itu juga selalu menikmati momentum melaksanakan puasa sebagai kewajiban ibadah di bulan suci Ramadhan.

"Setelah memeluk agama Islam hidup saya lebih tenang dan punya tujuan yang jelas," kata Lee Woon-jae dilansir tvOnenews.com dari laman Islamicmovement.org, Kamis (30/1/2025).

Lee sebenarnya tidak ingin lebih jauh memamerkan status kepercayaan agamanya yang baru sejak mualaf dan menginjak usia 31 tahun. Terutama mengenai alasan mantap memeluk agama Islam.

Kendati demikian, faktor namanya yang melejit mengharuskan Lee berbagi kisah inspirasi hidupnya telah menemukan hidayah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Beruntung, saya tinggal di Korea Selatan yang warganya memiliki toleransi tinggi," tukasnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT