News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Wolfgang Pikal, Mantan Pelatih Bule Berpengaruh di Timnas Indonesia yang Mualaf dan Bolak Balik Umrah

Nama Wolfgang Pikal,  asisten pelatih dari Alfred Riedl di Piala AFF 2010 tentu tak asing bagi para pendukung setia Timnas Indonesia Ini kisahnya yang mualaf.
Rabu, 13 November 2024 - 06:58 WIB
Eks Pelatih Timnas Indonesia Senior, Wolfgang Pikal
Sumber :
  • Instagram/pikalwolfgang_coach

Jakarta, tvOnenews.com - Wolfgang Pikal adalah satu sosok yang pernah berpengaruh dalam sejarah Timnas Indonesia.

Bahkan Wolfgang Pikal juga pernah kerja di Real Madrid Academy Asia dan pernah menjadi pelatih di klub Persebaya Surabaya dan Arema.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nama Wolfgang Pikal,  asisten pelatih dari Alfred Riedl di Piala AFF 2010 tentu tak asing bagi para pendukung setia Timnas Indonesia.

Pasalnya, Wolfgang Pikal tidak pernah absen mendampingi pelatih Alfred Riedl semasa menukangi Timnas Indonesia yang ketika itu tengah berjaya di level ASEAN.

Puncak ketenaran Wolfgang Pikal ialah ketika dirinya bersama pelatih Alfred Riedl mampu menjadi runner-up Piala AFF 2010 usai dikalahkan Malaysia dalam partai final.

Namun Wolfgang Pikal lengser dari jabatannya sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia bersamaan dengan diberhentikannya Alfred Riedl.

Wolfgang Pikal yang juga memiliki kewarganegaraan yang sama dengan Alfred Riedl yaitu Austria, kini telah memutuskan memeluk agama Islam.

Lalu bagaimana kisah hijrah dari mantan asisten Pelatih Timnas Wolfgang Pikal yang kini sudah mualaf itu?

Wolfgang Pikal lahir di Vienna, Austria pada 1 November 1967.

Wolfgang Pikal memutuskan memeluk agama Islam setelah berkunjung ke Bali 1990 silam. 

Di Pulau Dewata itu, Wolfgang Pikal bertemu dengan Tina Rostina Gondokusumo, wanita Indonesia yang kemudian menjadi istrinya.

Selama lima tahun berkenalan dengan Tina, Wolfgang Pikal lambat laun mulai mengetahui keyakinan yang dianut oleh Tina yakni Islam. 

Kemudian, Wolfgang Pikal pelan-pelan mulai mempelajari tentang agama Islam. 

Pikal kemudian keputusan penting dalam hidupnya, ia memutuskan untuk memeluk agama Islam pada tahun 1995.

Setelah Wolfgang Pikal dan Tina menikah, keduanya memutuskan untuk menetap di Bali.

Setelah mualaf, Wolfgang Pikal menjadi pribadi yang religius. 

Pikal mengaku agama Islam menjadi pegangan teguh baginya untuk menjalani hidup.

Satu hal menarik dari Pikal adalah dirinya yang religius.

Meski Pikal berasal dari Austria yang notabene mayoritas non-muslim, ia justru menjadi pribadi yang taat dengan agama islam. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan Wolfgang Pikal, menyekolahkan anaknya di pesantren.

“Bagi saya Agama itu penting dalam hidup saya meskipun saya belum sempurna. Alhamdulillah saya berhaji pada 2003, dan saya sholat sudah lumayan rajin lah. Saya juga umroh sudah sekitar 9 atau 10 kali,” ujar Wolfgang Pikal dikutip tvOnenews.com..

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT