News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Perhatikan Bulu Kucing yang Nempel saat Shalat, Meski Hewan Lucu dan Imut itu Suka Tidur di Sajadah, Kata Buya Yahya Hukumnya...

Buya Yahya menjelaskan hukum bulu kucing yang menempel di atas sajadah dan baju ketika seseorang shalat. Hal ini bermula hewan lucu itu suka tidur di sajadah.
Selasa, 6 Agustus 2024 - 22:16 WIB
Buya Yahya mengungkap hukum bulu kucing yang nempel di sajadah dan baju saat seseorang shalat
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV & Freepik

"Dan bulu-bulu kucing itu kadang-kadang nempel di baju saya itu gimana Buya?," tanya jemaah itu.

Buya Yahya pun menjawab pertanyaan ini sangat menarik karena menjadi ilmu pengetahuan baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendakwah bernama asli KH. Yahya Zainul Ma'arif itu menjelaskan bahwa binatang memiliki dua jenis untuk dimakan oleh manusia.

Dalam Islam, Buya Yahya mengatakan salah satu jenis binatang bersifat halal jika dimakan.

Sedangkan jenis binatang yang satunya tidak boleh menjadi konsumsi makanan untuk manusia karena hukumnya haram.

Ia mengambil binatang halal dan haram untuk dimakan berdasarkan penjelasan dari Mazhab Imam Syafi'i.

"Binatang ada dua, binatang yang halal dimakan dan binatang yang haram dimakan dalam Mazhab Syafi'i," tutur Buya Yahya.

Menurutnya, binatang yang halal sudah dipastikan dijadikan bahan konsumsi dan bulunya bisa dimanfaatkan untuk membuat bahan baju.

"Binatang yang halal dimakan boleh Anda cukur lalu Anda jadikan baju namanya wol, boleh," terangnya.

Ia memaparkan bahwasanya para ulama memberikan tanggapannya apabila binatang halal dalam keadaan mati maka bulunya masih suci dan bersih.

Binatang yang mati bulunya masih dimanfaatkan karena tidak akan menjadi bangkai berdasarkan penjelasan dari para ulama.

"Bahkan kalau mati pun ulama khilaf besar bahkan karena itu binatang asli yang boleh dimakan maka bulunya pun Anda tetap suci," jelasnya.

"Karena bulu tidak ada rohnya, tidak akan jadi bangkai, ini ulama mengatakan jadi pakai bulunya," imbuhnya.

Ia menyoroti berbagai pendapat yang mengatakan binatang halal jika mati menjadi bangkai maka bulunya tidak bisa dikonsumsi dan dimanfaatkan dengan baik.

Menurutnya, pandangan tersebut masih masuk akal karena bulu ikut dengan tubuhnya saat binatang tersebut mati.

"Biar pun sebagian mengatakan karena banyak binatangnya jadi bangke maka jadi najis," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebaliknya, ia menyampaikan bahwa ulama berpendapat beberapa binatang tidak halal dimakan maka dipastikan bulunya najis dan tidak layak mempunyai manfaat.

Meski demikian, ia menyatakan bahwa tidak semua bulu bersifat najis dari binatang haram dimakan yakni masuk dalam kategori bertaring.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT