Waspada! Ini 6 Hal yang Bisa Bikin Kita Riya
- pexels
Jakarta, tvOnenews.com - Riya adalah saat dimana seseorang mengerjakan suatu perbuatan untuk mendapatkan pujian dari orang lain, bukan karena Allah SWT semata. Orang yang riya biasanya pamer dan cari perhatian untuk mendapatkan pujian atau pengakuan.
Menghindar dari jebakan riya atau pamer memang bukanlah hal yang mudah dilakukan. Hal ini karena seseorang yang melawan jebakan riya sebenarnya sedang berperang melawan dorongan dari dalam diri sendiri.
Jebakan riya sangatlah banyak. Belum lagi perangkap kesombongan, gila popularitas (sum’ah), cari perhatian (tamalluq) dan lain sebagainya.
Maka agar terhindar dari riya, sebaiknya, setiap muslim mengenal dari mana saja hal tersebut dapat tercipta.
Imam al-Ghazali berkata:
فمن لا يعرف الشر ومواقعه لا يمكنه أن يتقيه
Artinya:
“Buta dari mengenal seluk-beluk benalu amal membuat kita mustahil dapat menghindarinya.” (Abu Hamid al-Ghazali, Kitab al-Arba’in fi Ushul ad-Din, halaman 102).
Ustaz Ahmad Dirgahayu Hidayat, alumnus Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur dalam NU Online menuliskan bahwa dalam Kitab al-Arba’in halaman 100-101 Imam al-Ghazali (wafat 505 H/1111 M) menjelaskan secara rinci enam tempat yang sangat berpotensi menumbuhkan sikap riya.
Pertama, dalam bentuk badan dan raut muka. Al-Ghazali menyebut beberapa contoh terkait ini.
Hal yang tampak seperti badan yang kerempeng dan lemah misalnya, agar orang-orang melihatnya tampak seperti seorang ahli ibadah, ahli riyadhah, puasa, dan semisalnya.
Termasuk juga memperlihatkan raut muka sedih, supaya terlihat seperti orang yang punya pengamatan mendalam ihwal kehidupan dan kehinaan dunia.
Semua itu termasuk bagian dari riya’ yang diwanti-wanti al-Ghazali.
![]()
Ilustrasi (pexels)
Kedua, dalam penampilan. Contoh kecil, seperti mencukur kumis agar terlihat lebih menawan dan mempesona sehingga banyak orang terpukau, menundukkan kepala saat berjalan, bergerak dan melangkah secara elegan supaya tampak lebih berwibawa, menampakkan bekas sujud di dahi agar tidak diragukan kualitas sujudnya, dan hal-hal serupa.
Ketiga, dalam gaya pakaian. Seperti mengenakan pakaian lengan panjang dengan lengan baju yang terlipat, tiada tujuan lain kecuali agar terlihat lebih keren, misalnya.
Load more