News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ramai di Media Sosial, Thom Haye Tak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia, Seharusnya yang Gantikan adalah Evan Dimas: Usianya Sama-sama 31 Tahun!

Salah satu yang paling disorot adalah absennya Thom Haye dari daftar pemain. Sejumlah warganet membandingkan situasi tersebut dengan nama Evan Dimas Darmono
Kamis, 2 April 2026 - 20:23 WIB
Ramai di Media Sosial, Thom Haye Tak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia, Seharusnya yang Gantikan adalah Evan Dimas: Usianya Sama-sama 31 Tahun!
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews

tvOnenews.com - Keputusan John Herdman dalam menyusun skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 memicu perdebatan luas di media sosial. 

Salah satu yang paling disorot adalah absennya Thom Haye dari daftar pemain. Padahal, gelandang berusia 31 tahun itu dikenal sebagai sosok kunci dalam mengatur ritme permainan Garuda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perbincangan semakin panas ketika sejumlah warganet membandingkan situasi tersebut dengan nama Evan Dimas Darmono. 

Banyak yang menilai, dengan usia yang sama, Evan seharusnya bisa menjadi opsi pengganti Haye di lini tengah. 

Opini ini ramai beredar, salah satunya dari unggahan akun Instagram @soccer__app yang menulis, 

"Seharusnya Evan Dimas yang menggantikan peran Thom Haye saat dia tidak bisa tampil."

Situasi ini menjadi semakin menarik karena bertepatan dengan kiprah Timnas Indonesia di FIFA Series 2026. 

Dalam turnamen tersebut, skuad Garuda harus puas menjadi runner-up setelah kalah tipis 0-1 dari Bulgaria. 

Hasil ini membuat publik semakin mempertanyakan komposisi pemain yang dipilih Herdman, termasuk absennya sosok berpengalaman seperti Haye.

Pemain Timnas Indonesia, Thom Haye.
Pemain Timnas Indonesia, Thom Haye.
Sumber :
  • Instagram @thomhaye

Alasan Thom Haye Tak Dipanggil

PSSI sebelumnya telah merilis daftar 41 pemain yang dipanggil untuk mengikuti FIFA Series 2026.

Namun, nama Thom Haye tidak tercantum dalam daftar tersebut, meskipun ia dikenal sebagai langganan tim nasional dan memiliki peran vital sebagai pengatur serangan.

Absennya Haye ternyata bukan karena faktor teknis atau performa. Ia harus menepi akibat sanksi dari FIFA. 

Haye bersama Shayne Pattynama dijatuhi hukuman larangan bermain sebanyak empat pertandingan.

Sanksi tersebut merupakan buntut dari insiden saat melawan Irak pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, tepatnya pada 11 Oktober 2025. 

Dalam laga yang berakhir 0-1 itu, kedua pemain dianggap melanggar Kode Disiplin FIFA karena menunjukkan perilaku tidak sportif terhadap lawan dan ofisial pertandingan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komite Disiplin FIFA juga menjatuhkan denda sebesar 5.000 Swiss Franc kepada masing-masing pemain. Dengan demikian, federasi harus menanggung total denda sekitar Rp206 juta.

Tanpa kehadiran Haye, lini tengah Timnas Indonesia dinilai kehilangan sosok dirigen yang mampu mengatur tempo permainan. Hal ini terasa dalam FIFA Series 2026, terutama saat menghadapi Bulgaria di laga penentuan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT