Siapa Sih Hoho Alkaf? Kades Bertato yang Bikin Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Terkesan dengan Kebijakannya
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Saat pemilihan, Hoho Alkaf menang mutlak. Selisih suaranya dengan dua kandidat lain mencapai 1000 suara. Pada saat itu ia memperoleh sekitar 1.900 orang.
Kehadiran Hoho Alkaf menimbulkan pertanyaan hingga kontroversial bagi publik. Sebab, ia memiliki 30 motif tato di sekujur tubuhnya, salah satunya bergambar seperti seorang Yakuza.
Mengacu dari syarat calon kepala desa, tidak ada aturan mengenai larangan bagi calon yang bertato. Dalam persyaratannya hanyalah minimal berusia 25 tahun.
Kemudian, syarat sebagai calon kades juga bersedia dicalonkan atau mencalonkan diri, pendidikan terakhir minimal setingkat SLTP atau SMP hingga patuh terhadap UUD dan Pancasila.
Ketentuan mengenai aturan syarat calon kepala desa telah tertuang dalam Pasal 33 UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Di balik itu, Hoho Alkaf mempunyai istri yang menjabat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes). Hal itu terungkap saat berbincang dengan Dedi Mulyadi.
"Istrimu sekdes, ya?," tanya Dedi Mulyadi.
Hoho tidak membantah pertanyaan tersebut. Ia seolah membenarkan bahwa istri tercintanya berstatus sebagai Sekdes di wilayahnya sendiri.
Selama menjabat sebagai Kades Purwasaba, berbagai kebijakan dari Hoho Alkaf membuat publik terkesan. Pada 2025, Hoho pernah mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp308 juta.
Dana Desa 2025 tersebut dialokasikan untuk ketahanan pangan. Tujuannya digunakan untuk menambahkan ayam petelur sebanyak tiga ribu ekor.
Hoho Alkaf sempat viral. Ia memperlihatkan kolam ternak ikan lele yang posisinya terletak di bawah kandang ayam.
Saat hadir ke kediaman KDM di Lembur Pakuan, Subang, Hoho Alkaf membuat Gubernur Jabar tersebut terkesan.
KDM sempat diajak oleh Hoho Alkaf guna melihat peternakan ayam, peternakan sapi hingga sawah bengkok dari Dana Desa Purwasaba.
"Saya sekarang di sini melihat peternakan ayam yang menghasilkan 2.500 telur dalam setiap hari," terang KDM.
Dari gebrakan tersebut, hasil peternakan melalui kebijakan Hoho Alkaf setidaknya wajib masuk ke Pendapatan Asli Desa. Jumlah hasil yang masuk minimal Rp800 ribu.
KDM begitu takjub dengan perkembangan Desa Purwasaba sejak dipimpin oleh Hoho Alkaf. Hal ini membuat mantan Bupati Purwakarta itu setuju apabila dana desa naiak mencapai sekitar Rp2 miliar hingga Rp5 miliar.
Load more