Dari Panggung Dangdut ke Panggung Politik, Begini Jejak Karier Fadia Arafiq yang Terkena OTT KPK
- dok.Pemkab Pekalongan
tvOnenews.com - Nama Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan dari Partai Golkar, tengah menjadi sorotan publik setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa, 3 Maret 2026.
Kabar tersebut menghebohkan dunia politik, mengingat Fadia selama ini dikenal sebagai sosok perempuan yang berhasil meniti karier dari dunia hiburan hingga menjadi kepala daerah.
Fadia merupakan putri dari A. Rafiq, pedangdut legendaris Indonesia yang populer di era 1980-an.
Mengikuti jejak sang ayah, Fadia sempat terjun ke dunia tarik suara di awal tahun 2000-an.
Ia dikenal publik setelah merilis single Cik Cik Bum Bum yang kala itu sempat hits di kalangan penikmat musik dangdut.
Popularitasnya sebagai penyanyi membuka banyak pintu, namun Fadia memilih menempuh jalur berbeda yakni dunia politik.
Awal Terjun ke Dunia Politik
Perjalanan politik Fadia dimulai pada tahun 2011. Berdasarkan data dari Prokopim Pemkab Pekalongan, ia memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Pekalongan mendampingi Amat Antono.
Dalam Pilkada tersebut, pasangan mereka berhasil meraih kemenangan dan memimpin Kabupaten Pekalongan untuk periode 2011–2016.
Langkah ini menjadi titik awal kiprahnya di dunia politik praktis.
Selepas masa jabatannya berakhir, Fadia tidak lantas mundur. Ia semakin aktif dalam kegiatan partai dan organisasi kepemudaan.
Pada tahun 2016, Fadia diangkat menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan, sekaligus Ketua KNPI Jawa Tengah periode 2016-2021.
Kedua posisi ini menandai pengaruhnya yang kian besar, baik di tingkat daerah maupun provinsi.
Maju Sebagai Calon Bupati Pekalongan

- prokompim.setda.pekalongankab.go.id
Memiliki pengalaman sebagai wakil bupati dan tokoh muda partai, Fadia kemudian mencalonkan diri sebagai Bupati Pekalongan dalam Pilkada 2020.
Ia mengantongi dukungan besar dari DPP Golkar dan DPP PDIP, dua partai besar yang kemudian mengusung pasangan Fadia-Riswadi.
Pasangan tersebut menantang calon petahana Asip Kholbihi-Sumarwati, dan berhasil menang dengan dukungan mayoritas suara masyarakat Pekalongan.
Fadia resmi menjabat sebagai Bupati Pekalongan periode 2021-2026, menjadikannya salah satu kepala daerah perempuan yang sukses di Jawa Tengah.
Periode Kedua dan Dinamika Politik
Menjelang akhir masa jabatan pertamanya, Fadia kembali mencalonkan diri pada Pilkada 2026.
Kali ini ia menggandeng Sukirman, politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Sementara mantan wakilnya, Riswadi, maju sebagai penantang dengan menggandeng Muhammad Amin.
Dalam pertarungan politik yang ketat, pasangan Fadia-Sukirman kembali meraih kemenangan dan memimpin Kabupaten Pekalongan untuk periode 2025-2030.
Kemenangan tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu figur politik perempuan paling berpengaruh di daerah pantura Jawa Tengah.
Terjaring OTT KPK
Namun, karier politik yang gemilang itu mendadak tercoreng. Pada 3 Maret 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jawa Tengah dan mengamankan beberapa pihak, termasuk Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan penangkapan tersebut.
"Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).
Fadia kemudian dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, KPK belum memberikan keterangan resmi terkait kasus yang menjeratnya. (adk)
Load more