Sosok Ressa Rizky Rossano di Mata Mamanya di Tengah Gugat Denada atas Dugaan Penelantaran Anak
- Kolase tangkapan layar YouTube Cumicumi & tvOne/Happy Oktavia
"'Kalau aku kerja, Mama tak beliin mobil sama (menghadirkan) sopir ya'," lanjutnya.
Sering Jatuh Sakit
Lebih lanjut, Ressa bersyukur mendapat bantuan sedikit uang jajan dari kakaknya. Hal itu sangat membantu untuk keperluan saat dirinya sakit.
Ratih mengabarkan, Ressa sering jatuh sakit sejak kecil. Walau begitu, hal itu tidak melunturkan semangatnya mengasuh pemuda tersebut.
"Karena nggak tahu katanya kemasukan air ketutupan. Saya itu susah tidur, kalau dia sakit, saya nggak tidur. Mau menidurkan Ressa (butuh kesabaran)," jelas Ratih dengan suara bergetar.
Namun, ia menganggap Ressa sudah menjadi anaknya sendiri. Walau diduga berasal dari rahim Denada, kehadiran Ressa merupakan anugerah bagi hidupnya maupun keluarga kecilnya.
Awal Mula Denada Tambunan Digugat Ressa Rizky Rossano

- Kolase Instagram/@denadaindonesia & tvOne/Happy Oktavia
Sebelumnya, Ressa Rizky Rossano didampingi kuasa hukumnya, Moh Firdaus Yulianto muncul ke ruang publik. Firdaus mengatakan, Ressa menggugat perdata terhadap Denada atas kasus dugaan penelantaran anak.
Dalam kesempatan yang sama, Ressa menceritakan hidupnya di bawah bayang-bayang kesulitan ekonomi. Ia bahkan menceritakan dirinya tidak seberuntung dengan anak-anak lainnya.
Ressa pernah mengenyam pendidikan tinggi di salah satu swasta di Banyuwangi, Jawa Timur. Meski sebelumnya, ia disebut dijanjikan akan kuliah di kampus di Ibu Kota.
Alih-alih menamatkan pendidikannya, Ressa harus berhenti kegiatan belajarnya di semester 4. Penyebabnya lantaran tidak mampu bayar karena terbentur ekonomi.
Ressa saat ini tinggal di sebuah rumah yang dulunya sempat menjadi gudang. Ia juga sembari bekerja sebagai penjaga toko kelontong 24 jam.
"Tidak hanya menjaga toko saja," ungkap Ressa.
Ia menjelaskan, dirinya sering bantu majikannya belanja ke distributor hingga bantu menyuplai barang ke sejumlah toko yang sudah menjadi langganan bosnya.
"Sering bantu-bantu belanja setelah sejumlah barang dagangan habis. Itu saya dapat ceperan," terangnya.
Sebelum bekerja di toko, Ressa juga pernah bergelut di jalanan. Ia sempat menarik ojek online (ojol) untuk mencari sesuap nasi.
Load more