Tak Ingin Ada Konflik, Inara Rusli Harap Wardatina Mawa Terima Dirinya sebagai Istri Kedua
- Kolase tvOnenews.com/ Tangkapan Layar YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo/ Instagram @mommy_starla, @insanulfahmi
“Saat Insan mengatakan pada saya bahwa dia sudah menjatuhkan talak dua, saya meminta Insan untuk memperbaiki rumah tangganya. Karena saya melihat, walaupun belum mengenal langsung saudari M, tidak ada uzur syar’i untuk diceraikan,” kata Inara.
Ia bahkan menyebut bahwa Insanul Fahmi tidak langsung mengurus perceraian ke pengadilan agama karena masih ingin memberikan waktu dan kesempatan untuk mempertahankan pernikahan pertamanya.
“Selama itu tidak ada uzur syar’i, alangkah baiknya dicoba untuk memperbaiki rumah tangganya. Itu sebabnya saudara Insan tidak langsung mengurus perceraian karena dia masih mau memberikan kesempatan kepada saudari M,” lanjutnya.
Bagi Inara, keputusan untuk berpoligami bukan karena ambisi pribadi atau keinginan untuk merebut posisi orang lain.
Ia menegaskan, poligami merupakan bagian dari syariat Islam yang mengatur kehidupan rumah tangga selama dilakukan dengan niat dan cara yang benar.
“Karena, memang sebelumnya menurut pengakuan saudara Insan, dia sudah memberikan opsi kepada saudari M, apakah mau melanjutkan dengan opsi poligami seperti sesuai voice note yang beredar di media sosial, atau memilih selesai secara baik-baik,” tutur Inara.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk menyingkirkan istri pertama.
Justru, ia berharap Wardatina Mawa bisa menerima keputusannya dengan lapang dada dan hidup berdampingan secara damai.
“Padahal secara jelas, syariat Islam sudah menetapkan aturan yang harus kita taati, terutama dalam hal berumah tangga. Kita sebagai istri, bagaimana pun keadaan suami, dia tetap imam kita dan harus ditaati,” ucapnya.
Menutup keterangannya, Inara menyebut bahwa dalam hubungan yang dijalaninya dengan Insan tidak ada unsur kebohongan.
Ia justru mengakui adanya kelalaiannya sendiri yang tidak menelusuri lebih dalam soal status sang suami sejak awal.
“Dari awal, Insan tidak menunjukkan etika buruk bahwa dia ingin memulai hubungan dengan kebohongan. Di sini ada kesalahan aku juga, kelalaian aku, dan aku tidak bertanya dari awal,” tutupnya. (adk)
Load more