Kronologi Sal Priadi Dikritik Imbas Foto Bareng Sitok Srengenge, sang Musisi sampai Langsung Klarifikasi
- Kolase Instagram/@salpriadi & Antara/Teresia May
Jakarta, tvOnenews.com - Musisi Sal Priadi menuai kritikan dari warganet. Sorotan tersebut tertuju lantaran ia foto bareng dengan Sastrawan kontroversi, Sitok Srengenge.
Kronologi mengenai kontroversi Sal Priadi mencuat sejak awal Januari 2026. Foto ia berpose dengan Sitok Srengenge mendadak viral di media sosial.
Warganet yang mengetahui foto Sal Priadi dengan Sitok Srengege viral, langsung geram. Sebagian warganet menganggap pelantun lagu Bunga Gala Matahari itu telah teledor.
Warganet pun memberikan kritikan tajam kepada Sal Priadi. Pasalnya Sitok Srengenge merupakan sastrawan kontroversi.
Alasan Sal Priadi Tuai Kritikan Pedas Imbas Foto Bareng Sitok Srengenge
Kebanyakan dari mereka menyinggung soal masa lalu Sitok Srengenge. Sastrawan tersebut pernah terjerat dalam kasus kekerasan seksual.
Menurut warganet, Sal Priadi tidak memilah untuk urusan bermain dengan publik figur lainnya. Mereka menganggap sang musisi kurang sensitif terhadap rekam jejak Sitok Srengenge.
Dalam hal ini, warganet langsung menggruduk media sosial Sal Priadi. Mereka menyayangkan atas foto tersebut lantaran Sitok sebagai sosok kontroversial.
Sementara Kasus kekerasan seksual yang menimpa Sitok Srengenge sendiri terjadi pada tahun 2013 silam. Sastrawan itu melakukan pelecehan terhadap seorang mahasiswi tingkat akhir.
Mahasiswi itu berinisial RW. Ia merupakan mahasiswi dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI).
Kasus ini mencuat setelah RW melaporkan kekerasan seksual dilakukan Sitok ke Polda Metro Jaya pada November 2013 silam. Motif laporan tersebut atas kasus perbuatan tidak menyenangkan.
Laporan polisi terhadap Sitok telah terdaftar dengan nomor LP/4245/XI/2013/PMJ/Ditreskrimum.
RW menjelaskan awal mula bisa bertemu dengan Sitok. Pertemuan pertama kalinya terjadi dalam sebuah acara Festival Budaya di FIB UI pada 2012 silam.
Dari acara tersebut, Sitok dan korban mulai saling mengenal satu sama lain. Seiring berjalannya waktu, hubungan keduanya semakin intens.
Berdasarkan pengakuan korban kepada Lili Tjahyandari, Manager Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FIB UI kala itu, Sitok melancarkan modusnya mengajak korban ke kamar kosnya.
Sementara kamar kos tersebut terletak di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan. Korban pun langsung menerima tawaran dari Sitok.
Load more