News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hubungannya Sempat 'Panas', Denise Chariesta Kirim Karangan Bunga ke Rumah Uya Kuya: Jauh Sebelum Jadi DPR...

Denise Chariesta mengirimkan beberapa karangan bunga ke rumah Uya Kuya. Sampaikan pesan ini!
Rabu, 3 September 2025 - 15:11 WIB
kolase Denise Chaliesta dan Uya Kuya
Sumber :
  • Instagram.com/denisechariesta91 | king_uyakuya

tvOnenews.com - Selebgram Denise Chariesta baru-baru ini mengirimkan karangan bunga ke rumah Uya Kuya usai aksi penjarahan oleh pendemo.

Sempat memiliki hubungan yang kurang baik, kini Denise tunjukan kepeduliannya lewat pesan yang ia tuangkan dalam karangan bunganya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui akun media sosial Instagram miliknya, Denise kirimkan tiga karangan bunga ke rumah Uya Kuya yang kini jadi anggota DPR.

"Rumah ini ada sebelum Uya Kuya jadi DPR. Rumah ini hasil kerja Uya jadi artis," tulisnya dalam karangan bunga.

karangan bunga dari Denise Chaliesta
karangan bunga dari Denise Chaliesta
Sumber :
  • Instagram.com/denisechariesta91

 

Menurut Denise, peristiwa yang menimpa kerabatnya ini merupakan hal yang sangat memilukan.

Bukan sekadar karena nama baik Uya tercemar akibat video rekayasa, tetapi juga karena rumah yang telah ia bangun dengan jerih payah selama berkarier sebagai artis justru dirusak dan dijarah oleh massa.

"Gua tidak akan terprovokasi dengan video lama yang beredar dan diedit. terima kasih telah jadi orang baik dan membantu banyak orang," tulis Denise dalam karangan bunga keduanya.

"Tuhan tidak lupa kebaikan Uya Kuya dan Astrid Kuya," tulis dalam karangan bunga terakhirnya.

Denise mengaku sangat menyayangkan kejadian yang terjadi pada keluarga Uya Kuya. Wanita 33 tahun itu menyebut, publik seharusnya bisa jeli melihat fakta.

Rumah Uya Kuya setelah dijarah massa
Rumah Uya Kuya setelah dijarah massa
Sumber :
  • Julio Trisaputra-tvOne

 

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa video yang beredar luas di media sosial bukan berasal dari akun resmi Uya Kuya.

Melalui akun YouTube Investigasi, Denis mengungkapkan rasa kecewanya terhadap publik.

"Masa enggak lihat sih siapa yang posting? Jelas bukan Uya. yang edit siapa, yang posting siapa. Kenapa Uya yang dihukum? Fitnah itu kejam banget," kata Denise.

Mengenai aksi penjarahan ini, menurut Denise itu tidak adil dan seharusnya aksi demonstrasi tidak dilakukan dengan cara seperti itu.

"Kalau soal gaji DPR, ya silakan, itu wajar. Memang harus demo, enggak masalah. Tapi, menjarah rumah Uya itu beda cerita, itu bukan demo, itu murni penjarahan. Uya enggak salah apa-apa, dia korban video hoaks," tuturnya.

Denise juga menyayangkan sikap yang ditunjukan oleh anggota DPR lain yang tidak bersuara dan tidak memberikan klarifikasi soal video hoaks yang beredar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terakhir Denise berharap kasus yang menimpa Uya Kuya bisa jadi pelajaran penting agar tidak mudah tertipu video hoaks.

(nka)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT