Punya Kesempatan Bela Dua Negara Eropa Ini, Tapi Pemain Keturunan Surabaya Ini Malah Kekeuh Pilih Timnas Indonesia, Kok Bisa?
- PSSI
tvOnenews.com - Pemain keturunan, Sandy Walsh mempunyai kesempatan untuk membela dua negara Eropa ini, namun tetap setia mengucap sumpah untuk dinaturalisasi menjadi pemain Timnas Indonesia.
Dua negara Eropa itu juga bukan kaleng-kaleng, dan jauh lebih baik dari Timnas Indonesia.
Di tengah berdatangan pemain keturunan yang berposisi sebagai bek di skuad Timnas Indonesia era Shin Tae-yong hingga Patrick Kluivert. Namun, Sandy Walsh tetap tidak tergantikan.
Namun, Sandy Walsh tak pudar sinarnya, bahkan kini tengah bermain di Liga Jepang dengan membela Yokohama F Marinos.
Padahal untuk level tim nasional, Sandy Walsh punya pilihan beberapa untuk negara yang dibelanya.
Sandy Walsh merupakan pemain keturunan atau generasi pertama yang bersedia menerima tawaran PSSI untuk berseragam Timnas Indonesia.
Bahkan, Sandy Walsh sampai menanti tujuh tahun lamanya agar bisa membela Timnas Indonesia.
Tak sendiri, pemain keturunan Surabaya itu bersama Jordi Amat, Mees Hilgers dan Kevin Diks menjadi nama pemain keturunan yang diajukan sejak awal untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia
Sejatinya, Sandy Walsh sudah mulai didekati oleh PSSI sejak 2017 lalu, namun perpindahan federasinya yang memakan waktu hingga baru terwujud setelah lima tahun.
Bukan tanpa alasan PSSI berani menawarkan kewarganegaraan kepada Sandy Walsh. Pasalnya, sang pemain punya sederet pengalaman di tim junior Belanda.
Namun, Sandy Walsh tidak cukup beruntung ketika memasuki tim senior lantaran dirinya sama sekali belum berkesempatan main di skuad utama Belanda.
Setelah menjadi WNI, pelatih Shin Tae-yong selalu memercayai posisi sayap kanan Timnas Indonesia kepada Sandy Walsh dan kepercayaan itu ia bayar lunas.
Salah satunya ketika Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Arab Saudi sekaligus menjaga asa untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Kini, Sandy Walsh bersama Timnas Indonesia akan memasuki babak baru. Dinahkodai pelatih Belanda Patrick Kluivert, cita-cita itu diharapkan bisa terealisasi.
Apalagi, Patrick Kluivert juga berasal dari negara yang sama dengan pemain-pemain keturunan Belanda andalan Timnas Indonesia, sehingga lebih mudah untuk berkomunikasi.
Di sisi lain, tetap setia dan tak ada keraguan untuk memilih Indonesia, padahal Sandy Walsh punya pilihan membela Belanda dan Irlandia.
Jika dia bersabar sedikit, dia bisa saja mendapat tempat di skuad Oranje, karena punya pengalaman bermain di timnas kelompok umur Belanda.
Sedangkan untuk timnas Irlandia, dirinya memiliki darah Irlandia dan Swiss dari ayahnya, Gary Walsh.
"Saya pernah diwawancarai Irish Sun, media cetak yang sangat besar," ungkap Sandy Walsh saat diwawancarai oleh Roy Ricardo dalam kanal youtube KR TV yang diunggah pada 22 November 2021.
"Jadi saya tahu mereka (Irlandia) tertarik, membutuhkan opsi di posisi bek kanan. Namun, dalam wawancara itu saya bicara pilih untuk membela Indonesia. Irlandia berada di Eropa dan mungkin lebih baik dari Timnas Indonesia, namun hati saya memilih Timnas Indonesia," sambungnya.
- AFC
"Jadi disitulah pilihanku yang benar, dan itulah kenapa saya bicara demikian dalam wawancara itu," pungkasnya.
Selain itu, pemain Yokohama F Marinos itu juga mengungkapkan seberapa besar cintanya terhadap Timnas Indonesia.
"Sudah banyak berkembang sejak sekarang, saya selalu menyukai Indonesia, karena memiliki hubungan baik dengan kakek saya. Kita bicara banyak tentang Indonesia," ungkapnya.
"Tapi sejak dia meninggal, cinta dan minat itu juga berlalu. Tapi sejak 4 tahun setengah minat saya pada Indonesia makin bertambah besar," pungkasnya.
Hingga kini kecintaannya terhadap Indonesia selalu bertumbuh terus dan semakin besar. (ind)
Load more