Masa Lalu Hercules Ternyata Tak 'Sebengis' Itu? Kepada Gus Miftah, Ketua GRIB Jaya Berani Buka-bukaan: Dulu Aku Bantu-bantu...
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
tvOnenews.com - Di tengah perselisihan dengan mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, terbongkar masa lalu Hercules saat pertama kali sampai di Jakarta.
Perseteruan Ketua Umum GRIB (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu, Hercules dengan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mencuat ke publik setelah Rosario de Marshall atau biasa dipanggil Hercules melontarkan komentar tajam yang menyindir Letjen TNI (Purn) Sutiyoso dengan sebutan "sudah bau tanah".
Sontak saja pernyataan Hercules itu menjadi perbincangan hangat publik dan memicu reaksi keras dari kalangan Purnawirawan.
- kolase tvOnenews.com
Muncul Gatot Nurmantyo yang geram atas pernyataan dari Hercules.
Mantan Panglima TNI itu mengecam keras sikap Hercules yang dianggap tidak menghargai tokoh Militer Indonesia, Sutiyoso.
Dengan kemarahan besar, Gatot Nurmantyo menyindir Hercules dan disebut tidak tahu diri, karena dalam perjalanannya mendapat bantuan juga dari Purnawirawan TNI.
“Saya sudah dua bulan lebih puasa bicara, tapi begitu soal Hercules, ini kurang ajar nih orang. Tidak tahu diri. Dia merasa paling hebat,” kata Gatot, dalam pernyataan keras yang menyita perhatian publik.
Tak hanya mengecam, Gatot juga mengungkit masa lalu Hercules yang dikenal sebagai mantan TBO (Tenaga Bantuan Operasi)—dan menyebut bahwa keberadaan Hercules di Jakarta tak lepas dari bantuan para purnawirawan TNI juga.
“Ingat, kau dulu TBO. Bisa ke Jakarta juga karena bantuan purnawirawan. Kok ngomong seenaknya. Tidak sopan,” tegasnya.
"Sudah jadi raja kau? kamu itu preman, preman yang memakai pakaian Ormas, saya bisa buktikan kalau kau itu preman," sambungnya.
Hal lain yang membuat Gatot sangat marah kepada Hercules karena perlakuan Ormas GRIB beberapa waktu lalu di Depok.
Anggota GRIB yang melakukan pembakaran mobil Polisi di Depok.
"Ini yang buat saya marah, kejadian di Depok, polisi itu adalah alat negara yang melaksanakan ketertiban dan juga masyarakat, ketika akan mengangkat, dilawan, dikepung, negara apa ini? mobil negara mobilnya dibakar lagi," ungkapnya sambil dengan nada tinggi.
"Kalau saya diam, orang akan menyangka bahwa polisi sudah enggak ada. Ini bahaya untuk negara kesatuan Republik Indonesia," sambung Gatot Nurmantyo dilansir dari youtube Refly Harun Official.
Seiring ramainya perseteruan dua tokoh tersebut, banyak juga yang penasaran akan alasan taubatnya Hercules sebagai penguasa Tanah Abang.
Sosok Hercules atau yang memiliki nama asli Rosario de Marshall menceritakan masa lalunya, bagaimana ia dahulu memiliki kehidupan yang sangat berbahaya.
Bahkan mengalami berbagai insiden yang berkali-kali mengancam nyawanya.
Insiden berbahaya yang pernah dialaminya di antaranya seperti dibacok hingga dikeroyok sampai ratusan orang menggunakan pedang samurai hingga celurit.
“Dibacok itu hampir setiap malam saya dibacok, kalau keroyok itu sekali keroyok seratus orang. itu pakai samurai panjang-panjang sama celurit apa itu semua. Tapi gimana, belum waktunya.” ungkap Hercules.
Selain itu, pria asal timor-timur itu juga ditanya mengenai apa yang terjadi pada salah satu matanya.
Namun dengan santainya ia menjawab bahwa matanya tersebut terluka karena dahulu pernah ditembak dari jarak satu meter.
“Itu satu meter pakai F46. Alhamdulillah cuma matanya (yang tertembak),” ungkapnya yang kemudian disambut gelak tawa.
Pernah jadi gelandangan
Hercules diundang untuk berbicara di acara ulang tahun ke-9 Pondok Pesantren Ora Aji asuhan Gus Miftah di Sleman, pada 3 Oktober 2021.
Hercules menceritakan kisah hidupnya yang menggelandang di Jakarta, setelah lepas tugas dari operasi militer di Timor-timor, membantu Kopassus.
Hercules diberi tugas atau dipekerjakan sebagai tenaga bantuan untuk operasi militer di Timor-timur.
"Sebelum jadi gelandangan, pernah juga (tugas) di suatu tempat militer, pernah ikut pendidikan, kemudian keluar dari situ menjadi gelandangan," ujarnya dilansir Youtube Gus Miftah Official.
"Waktu kerja di Militer emang digaji berapa disana? kok keluar dari sana malah jadi gelandangan," tanya Gus Miftah.
"Waktu itu nggak ada gaji, gajinya sedikit," jawabnya.
Ia mengaku pasca lepas tugas operasi militer di Timor-timur langsung jadi gelandangan di Jakarta.
"Jadi gelandangan itu hampir 15 tahun lah," tuturnya.
Merasa penasaran, Gus Miftah bertanya kalau gelandangan itu punya penghasilan atau tidak.
Hercules menjelaskan maksud dari gelandangan itu, menyebut bahwa berpenghasilan besar.
"Penghasilannya besar, tapi bukan gelandangan kayak nyopet, nyuri atau apa, pantangan itu kalau (nyopet)," tuturnya.
- kolase tvOnenews.com
"Maung (Hercules) pernah nipu orang nggak?" tanya Gus Miftah.
"Pantangan itu," jawab Hercules.
"Pernah meras (pemerasan) orang nggak?" tanya kembali Gus Miftah.
"Wah pantangan itu," tegas Hercules.
Kemudian, Gus Miftah mengaku bahwa Hercules sering membantu korban bencana alam.
"Jadi Maung Hercules ini kalau gempa bumi, musibah banjir dan seterusnya, sumbangan nggak tanggung-tanggung karena lima truk, enam truk," jelasnya.
"Makanya Maung (Hercules) pernah bersaksi di Pengadilan, kalau saya pernah meras orang, saya siap dihukum mati hari ini juga," ucapnya. (ind)
Load more