News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Mau Tutup-tutupi Lagi, Sosok Kyai Asal Purworejo ini Berani Membuka Kartu AS Gus Miftah, Ternyata Dia Selama ini...

Viral di media sosial video Gus Miftah yang mengolok-olok penjual es teh, kyai asal Purwerejo ini berani bongkar rahasia Miftah yang tak banyak orang tahu.
Selasa, 10 Desember 2024 - 08:32 WIB
Potret Gus Miftah
Sumber :
  • kolase tim tvOnenews

tvOnenews.com - Nama Gus Miftah masih menjadi sorotan publik usai beredar sebuah video yang menunjukan tindakan kurang terpujinya kepada seorang penjual es teh.

Hal tersebut bermula saat Gus Miftah mengisi sebuah acara selawat yang diselenggarakan di salah satu Pondok Pesantren di Magelang, Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam cuplikan video yang beredar di sosial media, terlihat Miftah melontantarakan kata-kata kasar kepada seorang lansia yang sedang berjualan minuman.

Gus Miftah dan Sunhaji penjual es teh
Gus Miftah dan Sunhaji penjual es teh
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

 

"Es teh kamu masih banyak nggak? Masih? Yaudah dijuallah goblo*," ujarnya sambil tertawa keras.

Cemoohan tersebut sontak saja mengundang reaksi geram netizen yang merasa ikut sakit hati dengan ucapan kasar Miftah.

Tak hanya warganet, banyak tokoh-tokoh publik yang juga geram dengan sikap tak sopan yang ditunjukan Miftah kepada orang yang sedang mengais rejeki.

Alhasil, dia mendapat banyak kritikan pedas dari publik hingga membuat dirinya melayangan surat pengunduran diri dari jabatan Utusan Khusus Presiden Prabowo.

Tak berhenti sampai di sana, seorang Kyai asal Purworejo, KH Chalwani baru-baru ini ikut angkat suara dan membongkar rahasia Gus Miftah yang tak diketahui publik selama ini.

Gus Miftah dan KH Chalwani
Gus Miftah dan KH Chalwani
Sumber :
  • kolase tim tvOnenews.com

 

Dalam salah satu video, beliau mengungkapkan bahwa Gus Miftah memang pandai berkhotbah menggunakan bahasa Indonesia, tapi saat membaca tulisan berbahasa Arab banyak yang masih salah.

"Kalau khutbah menjelaskan artinya menggunakan bahasa Indonesia hebat sekali, pintar sekali, tapi ketika membaca bahasa Arab banyak yang keliru," ujarnya, dilansir dari kanal YouTube Dakwahwalisongo.

"Itu di Jogja juga ada orang yang pintar pidato, pinter banget, tapi kalau baca Arab keliru. Terkenal banget orangnya, Gus Miftah," tambahnya.

Lebih lanjut, pendakwah ini juga menyampaikan untuk orang awam mungkin memandang Gus Miftah adalah sosok yang paham tentang agama, sholeh, dan taat. Namun, di kalangan para pendakwah hal tersebut tidak berlaku.

"Kalau orang bodoh kan ngertinya orang itu (Miftah) alim, tapi kalau Kyai kan ngerti kalau dia baca Arab suka keliru," pungkasnya.

Usai viral, Gus Miftah baru-baru ini menemui penjual es teh yang diketahui bernama Sunhaji. Ia mengaku salah karena telah mengolok-olok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, dalam kesempatan lain Miftah juga mengaku bahwa dirinya telah mendapat teguran langsung dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya atau yang akrab disapa Mayor Teddy.

(nka)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT