News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gawat, Kemampuan Literasi Sarjana Indonesia Kalah Dibanding Lulusan SMP di Denmark

Kemampuan literasi lulusan sarjana di Indonesia masih kalah dibanding lulusan SMP di negara Denmark.
Selasa, 21 Desember 2021 - 11:53 WIB
Muhammad Nur Rizal (tengah) bersama Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto (kedua dari kiri) dalam Festival Sekolah Menyenangkan
Sumber :
  • Andri Prasetiyo

Sleman, DIY - Praktisi pendidikan Muhammad Nur Rizal menyebut pendidikan di Indonesia kalah jauh dibanding negara-negara di dunia. Bahkan selama hampir 20 tahun, kemampuan literasi kita berada di bawah kompetensi minimun.

"Kita tahu hampir 20 tahun menurut Program International Student Assessment kemampuan literasi, fundamental thinking, dan kemampuan memecahkan masalah kita itu hampir 70 persen di bawah kompetensi minimum," katanya dalam Festival Sekolah Menyenangkan di BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta, Senin (20/12/2021).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rizal menjelaskan, data lebih ekstrim lagi menyebut jika kemampuan literasi lulusan sarjana di Indonesia masih kalah dibanding lulusan SMP di negara Denmark. Hal ini berdasarkan data dari OECD untuk tes Programme for the International Assessment of Adult Conpetencies (PIAAC).

"Bahkan ketika dites orang lulusan sarjana di Jakarta itu kita tertinggal sekitar 69 persen di bawah kompetensi minimum dan bahkan lulusan sarjana kita (Indonesia) itu kemampuan literasinya di bawah lulusan SMP di Denmark," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Rizal, dibutuhkan cara tak biasa untuk mengejar ketertinggalan itu. Salah satunya dengan mengubah pola pikir atau mindset dan paradigma pendidikan yang sudah ada.

"Kita ingin bonus demografi tidak menjadi boomerang demografi makanya penduduknya harus produktif, kreatif, penduduknya harus bisa menemukan versi terbaiknya agar bisa punya syarat-syarat menjadi bonus demografi, dan kami meyakini di gerakan sekolah menyenangkan titik balik inilah yang akan menjadi fondasi bagaimana anak-anak dan siswa-siswa di Indonesia bisa menemukan titik sejarahnya," ucap pria yang juga Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) itu.

Sementara itu Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto mengatakan, pihaknya berencana menerapkan kurikulum baru pada tahun ajaran 2022 mendatang. Saat ini pihaknya tengah menggodok kurikulum yang diberi nama kurikulum prototipe itu agar lebih adaptif terutama untuk jenjang SMK.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kurikulum baru tersebut nantinya guru dan kepala sekolah adalah kurikulum yang sebenarnya di sekolah. Siswa SMK tidak hanya diajari dengan hard skill tapi juga soft skill dan pendidikan karakter.

"Kalau guru-guru dan kepala sekolah SMK masih dengan pola lama tidak memahami belajar itu tidak sekedar harus ketuntasan target akademik tanpa melihat apakah anak itu passion atau anak itu menghadirkan talenta terbaiknya atau tidak, terlalu kaku pada aturan, pada kejenuhan kurikulum sehingga jatuhnya adalah menciptakan buruh, yaitu hanya mengajarkan hard skill, iya sih SMK dari dulu sudah praktek tetapi sebagai manusia seutuhnya itu belum terwujud secara tuntas karena lebih pada hard skill, kalau mau utuh itu dibutuhkan kompetensi yang lebih tuntas yaitu soft skill, karakter dan hard skill," terangnya.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT